PPDB Online SMP Dikeluhkan, Dapot Sinaga: Kalau Anak Ini Tak Bisa Masuk Sekolah, Mau Kemana Dia?

datariau.com
633 view
PPDB Online SMP Dikeluhkan, Dapot Sinaga: Kalau Anak Ini Tak Bisa Masuk Sekolah, Mau Kemana Dia?
Foto: Endi Dwi Setyo
Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan Dapot Sinaga SE menilai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP terlampau kaku.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan Dapot Sinaga SE menilai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP terlampau kaku. Terlebih adanya aturan tentang batas usia dan lampiran Kartu Keluarga catakan minimal 1 tahun domisili di zonasi sekolah.

"Saya lihat PPDB online ini jangan kaku lah, maksudnya guru-guru ataupun panitianya itu harus bisa mengajari warga ketika anaknya mendaftar ke sekolah tertentu. Jangan dibiarkan begitu saja, tapi diarahkan warganya," kata Dapot, Rabu (7/7/2021).

Hal ini dikatakan Dapot setelah dirinya mendapat adanya laporan dari warga terkait pendaftaran PPDB Online tingkat SMP.

Dapot juga menerima aduan tentang adanya masalah usia calon peserta didik dalam proses pendaftaran PPDB Online jenjang SMP.

"Umur siswa ini kan 16 tahun, ya baru tamat SD lah, tetapi ia tidak diterima (SMP). Karena usianya itu harus 15 tahun 6 bulan baru diterima," ujarnya.

Dapot juga menyoroti kebijakan baru yang mensyaratkan Kartu Keluarga (KK) akan menjadi syarat utama dalam proses PPDB 2021. Adapun KK yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

"Ada warga yang melapor, mereka itu sudah satu tahun tinggal di Pekanbaru. Dan anaknya itu SD di Pekanbaru tapi tidak diterima ke sekolah (SMP) dekat zonasi wilayah mereka tinggal. Itu seharusnya tidak boleh," ungkapnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru ini menegaskan agar Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dapat mengambil sebuah kebijakan yang mempermudah masyarakat dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) di tahun ajaran baru 2021/2022.

"Kalau anak ini tidak bisa masuk sekolah, mau kemana dia. Memang betul ada sekolah swasta, tapi faktor ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 membuat mereka tidak ada biaya ke swasta. Jadi, ya warga ini mengharapkan anaknya untuk masuk ke SMP Negeri," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki Rahmat
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)