Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM

datariau.com
598 view
Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE.

PEKANBARU, datariau.com - DPRD Pekanbaru meminta Pemerintah Kota Pekanbaru agar segera mengantisipasi dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi yang telah diumumkan Presiden Jokowi pada tanggal 3 September 2022 kemarin. Ia menyebut, kenaikan harga BBM ini otomatis membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok akan naik pasca kenaikan harga BBM.

"Tentu harus ada hal-hal yang perlu diantisipasi. Yang pertama itu, kita takut terjadinya gejolak-gejolak kenaikan harga yang ada di masyarakat, itu pasti memberatkan masyarakat. Pemerintah harus cepat mengantisipasi gejolak harga-harga ini," kata Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE, Senin (5/9/2022).

Menurut Azwendi, keputusan pemerintah dalam menaikkan harga BBM ini justru hanya menambah beban hidup masyarakat yang saat ini masih terpukul akibat pandemi Covid-19.

"Kenaikan BBM ini tentunya akan berdampak luas, terutama berkaitan dengan kebutuhan hidup masyarakat banyak. Pemerintah harus memahami dan memperhatikan situasi terhadap kenaikan BBM hari ini," ujarnya.

Ia menekankan pemerintah juga harus mengendalikan dan menekan laju inflasi di tengah masyarakat. Jangan sampai membuat masyarakat semakin terbebani dengan lonjakan-lonjakan harga seiring BBM dinaikkan pemerintah.

"Pasca kenaikan harga BBM ini, Pj Walikota harus segera berkoordinasi dengan Kepala OPD dan instansi vertikal lainnya untuk mengantisipasi lonjakan lonjakan kenaikan harga. Kita sama-sama tahu, kenaikan (BBM) ini jelas harga-harga itu akan ikutan naik," terangnya.

Politisi Demokrat ini juga meminta Pj Walikota Pekanbaru Muflihun untuk dapat membuat regulasi dan kebijakan-kebijakan yang sifatnya pro rakyat ditengah kenaikan harga BBM. Hal ini bertujuan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat terhadap dampak kenaikan BBM.

"Kepada Pj Walikota, kita minta untuk memberikan kebijakan-kebijakan yang meringankan masyarakat. Jadi (Kenaikan BBM) ini bukan main-main, ini harus diatasi secara serius oleh Pj Walikota. Apabila Pj Walikota kita tidak bisa mengatasi ini dengan serius, maka DPRD akan mengawasi kinerja Pj," tutup Azwendi.

Seperti diketahui, pemerintah telah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi hingga nonsubsidi pada Sabtu, 3 September 2022.

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000/liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)