Leher Warga Terjerat Kabel di Jalan, Pemerintah Pekanbaru Dinilai Lemah dalam Pengawasan

datariau.com
720 view
Leher Warga Terjerat Kabel di Jalan, Pemerintah Pekanbaru Dinilai Lemah dalam Pengawasan
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra SH MH.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra SH MH menilai Pemko Pekanbaru kurang jeli dalam mengawasi perizinan kabel-kabel fiber optik (FO) yang beroperasi di berbagai sudut wilayah Kota Pekanbaru. Hal ini terbukti dengan adanya insiden seorang wanita remaja menjadi korban akibat kabel jaringan internet yang berseliweran di jalan sehingga membuat lehernya terluka.

"Jujur, saya khawatir kabel fiber ini belum memiliki izin di Pekanbaru, tapi kenapa mereka bisa beroperasi di Pekanbaru. Kami sudah berulang kali meminta Satpol PP untuk lebih jeli memeriksa data perizinan dari dinas terkait. Kalau memang belum ada izin silahkan saja Pemko, Satpol PP, hingga penegak kota ini untuk mengambil aksi di itu, atau bisa diputuskan kabel itu semua kalau izinnya tak ada," kata Doni, Kamis (25/7/2024).

Doni menduga ada permainan dari pihak-pihak tertentu yang memungkinkan kabel fiber tanpa izin bisa beroperasi di Pekanbaru.

"Saya tadi sudah konfirmasi dengan asosiasi terkait, mereka menyatakan tidak ada data kabel tersebut terdaftar di asosiasi mereka, sehingga mereka pun tidak tahu. Tapi dia melaporkan pihak yang punya kabel sudah mau bertanggung jawab. Dari itu saya sampaikan kenapa tidak masuk ke dalam asosiasi kalian, sehingga apapun terjadi suatu hal nanti seperti ini, nah susah kita kan," ungkapnya.

Ia mendesak Satpol PP Kota Pekanbaru untuk mengambil tindakan tegas terhadap kabel-kabel fiber optik yang tidak berizin.

"Berulang kali kami sudah sampaikan kepada Satpol PP untuk mengambil tindakan tegas. Cabut kabel yang tidak berizin dan informasikan kepada masyarakat mengenai pemasangan kabel dan pemasangan tiang," tegasnya.

Pihak provider ataupun pemilik kabel diminta untuk bertanggung jawab kepada korban yang lehernya terjerat kabel melintang di jalan. Sebab, apabila tidak disikapi dikhawatirkan akan terjadi lagi.

"Ingat persoalan ini ada tindak pidananya yaitu kelalaian. Makanya kami nanti coba merancang suatu perda (peraturan daerah) tidak ada lagi kabel-kabel yang berseliweran, kita bisa ambil contoh di Batam. Disana itu kabelnya ditanam di bawah tanah. Alangkah bagusnya pemerintah kota Pekanbaru berpikir ke situ," ujarnya.

Politisi PAN ini juga berharap Pemko Pekanbaru serta pihak terkait dapat segera menertibkan dan mengatur kembali pemasangan kabel di Pekanbaru demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Kalau dari sekarang kita tidak bisa merapikan, maka nanti akan banyak lagi kabel- kabel yang berseliweran bergantungan di kota Pekanbaru. Ini akan membuat jelek kota Pekanbaru," terang Doni. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)