SMM PANEL INDO

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Imbau Warga Waspada Kabut Asap

datariau.com
125 view
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Imbau Warga Waspada Kabut Asap
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP.

PEKANBARU, datariau.com - Kualitas udara di Kota Pekanbaru menurun hingga masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap. Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Pekanbaru Hamdani MS SIP yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Hamdani mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kita minta masyarakat lebih waspada, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Sebaiknya gunakan masker mengingat saat ini kualitas udara sudah mengalami penurunan akibat adanya aktivitas Karhutla dan menimbulkan kabut asap,” kata Hamdani, Selasa (18/8/2026).

Baca juga:Pekanbaru Panas Menyala, DPRD Ingatkan Bahaya Karhutla


Menurut Hamdani, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Pekanbaru diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Meski demikian, ia meminta instansi terkait memastikan sumber asap secara langsung di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan tidak hanya berdasarkan dugaan.

“Kita minta instansi terkait untuk melihat dan memantau betul kondisi asap ini. Sumber kebakarannya di mana,” ujarnya.

Baca juga:30 Alat Pengubah Udara Jadi Oksigen dari Kemenkes Resmi Tiba di Riau


Hamdani menegaskan, apabila ditemukan titik kebakaran berada di wilayah Kota Pekanbaru, pemerintah harus segera melakukan penanganan secara langsung agar api tidak semakin meluas dan kondisi kabut asap tidak semakin parah.

“Kalau di Pekanbaru tentunya harus ditindak dan dilakukan penanganan secara langsung agar kondisi kebakaran tidak semakin parah,” tegas politisi PKS tersebut.

Selain penanganan titik api, Hamdani menilai langkah pencegahan harus diperkuat. Kondisi lahan yang kering dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga kawasan yang rawan karhutla perlu mendapat pengawasan lebih intensif.

“Potensi terjadinya kebakaran lahan sangat mudah terjadi. Untuk itu, harus dilakukan pengawasan ekstra di lapangan,” tuturnya.

Baca juga:Kabut Asap, Walikota Pekanbaru Imbau Anak Sekolah Bergejala ISPA Belajar dari Rumah


Hamdani juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya kebakaran. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, laporan masyarakat sangat penting agar petugas dapat segera turun ke lokasi, melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.

“Kepada masyarakat juga kita imbau, ketika melihat adanya aktivitas kebakaran lahan segera melaporkan kepada pihak terkait agar kebakaran bisa segera ditangani dan tidak menyebar lebih luas,” pesannya.

Baca juga:Agar Tetap Sehat di Tengah Kualitas Udara yang Buruk Akibat Karhutla, Begini Tips dari dr Meiza Ningsih


Sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal memiliki potensi kerawanan kebakaran lahan antara lain Kecamatan Rumbai, Payung Sekaki dan Tenayan Raya.

Hamdani berharap sinergi antara pemerintah, aparat, instansi terkait dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, penanganan cepat terhadap titik api dan pengawasan kawasan rawan kebakaran menjadi bagian penting untuk mencegah memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Pekanbaru.

Dengan langkah pencegahan, pengawasan serta penanganan yang cepat dan terpadu, Hamdani berharap potensi karhutla dapat ditekan dan kualitas udara di Kota Pekanbaru segera kembali membaik. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)