Komisi IV Sayangkan Pasar Induk Pekanbaru Terbengkalai

datariau.com
1.319 view
Komisi IV Sayangkan Pasar Induk Pekanbaru Terbengkalai
Foto: Endi
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono ST.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru agar segera mengambil langkah tegas terkait pembangunan Pasar Induk yang masih terbengkalai.

"Sangat kita sayangkan, sudah hampir 5 tahun pembangunan pasar induk yang digaung-gaungkan oleh Walikota Pekanbaru tidak pernah terselesaikan," kata Sigit, Selasa (19/4/2022).

Sigit mempertanyakan kelanjutan pembangunan Pasar Induk yang berada di Jalan Soekarno Hatta sampai kini belum rampung diselesaikan. Bahkan, hingga masa jabatan Walikota Pekanbaru Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi pembangunan Pasar Induk ini tidak ada kejelasan.

Padahal, pengerjaan pasar tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Mirisnya lagi, pembangunan Pasar Induk tersebut juga belum rampung di sisa masa jabatan

Komisi IV DPRD Pekanbaru sejauh ini belum mengetahui secara jelas isi kontrak kerja antara Pemko Pekanbaru dengan PT Agung Rafa Bonai sebagai pemenang lelang sistem Build Operate Transfer (BOT).

"Di akhir masa jabatan walikota, apakah Pasar Induk ini di addendum atau seperti apa kita tidak tahu. Seandainya ini termasuk dalam RPJMD Walikota, mungkin Pj Walikota nanti bisa untuk melakukan addendum. Tetapi jika tidak ada masuk dalam RPJMD, ya kita tanda tanya juga," terangnya.

"Pj ini nanti hanya untuk melanjutkan pembangunan dari Walikota, yang masuk dalam RPJMD. Tidak boleh membuat kebijakan yang baru, karena hanya melanjutkan visi misi Walikota yang belum terselesaikan. Jadi masalah pasar induk ini apakah masuk RPJMD, kita belum melihat," sambungnya.

Politisi Demokrat ini menekankan, Disperindag Kota Pekanbaru harus mengambil sikap terhadap kinerja PT Agung Rafa Bonai sebagai pihak pengembang dari Pasar Induk.

"Jadi biar clear. Kalau memang (pihak pengembang) tidak sanggup, pemerintah bisa mencari solusi lain. Intinya, jangan sampai Pasar Induk ini berakhir menjadi hutan beton yang tidak pernah terselesaikan," tutupnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)