Komisi IV Nilai Pasar Induk Pekanbaru Belum Layak Serah Terima

datariau.com
1.221 view
Komisi IV Nilai Pasar Induk Pekanbaru Belum Layak Serah Terima

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mengungkapkan, lokasi tempat penampungan sementara di Pasar Induk masih belum layak ditempati pedagang Terminal Banda Raya Payung Sekaki (BRPS). Hal ini ia katakan setelah rombongan Komisi IV melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke Pasar Induk yang berada di Jalan Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

"Hasil kunjungan lapangan kita kemarin itu belum memadai untuk dilakukan pemindahan (pedagang) karena di Pasar Induk itu bangunan-bangunan utama di pasar itu belum layak untuk diserahterimakan," kata Roni, Selasa (7/6/2022).

Roni menjelaskan, Komisi IV DPRD Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memantau dan mengecek langsung lokasi pembangunan tempat penampungan sementara bagi para pedagang Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) yang akan direlokasi ke Pasar Induk.

"Barak-barak untuk penampungan sementara bagi pedagang yang dibuat itu tidak sesuai standar. Kemudian, cucuran atapnya itu masih mengarah ke jalan sebelah Pasar Induk. Tentu ini nanti imbasnya ke masyarakat, pasti mengakibatkan banjir," ungkapnya.

Roni juga menyayangkan PT Agung Rafa Bonai (ARB) selaku pihak pengembang dari Pasar Induk tidak ada membuat saluran drainase. Padahal, pembuatan drainase ini dinilai sangat penting untuk menampung air limbah yang berada di Pasar Induk agar tidak merambah ke pemukiman masyarakat sekitar.

"Apa yang kita rekomendasikan diawal itu untuk membuat drainase itu belum ada dilaksanakan oleh pihak pengembangnya. Tentu ini sangat disayangkan," terangnya.

Komisi IV DPRD Pekanbaru pun merekomendasikan PT Agung Rafa Bonai agar pengerjaan pembangunan Pasar Induk untuk sementara waktu dihentikan.

Hal ini dikarenakan PT Agung Rafa Bonai (ARB) selaku pihak pengembang dari Pasar Induk tersebut tidak ada mengindahkan rekomendasi Komisi IV terkait pembuatan drainase.

"Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak pengembang, Kadisperindag dan Kadis PUPR saat kunlap kemarin, kita telah menyepakati bahwa pengerjaan Pasar Induk ini untuk dihentikan dulu sampai pihak pengembang itu mampu mengerjakan apa yang kita rekomendasikan, yaitu membuat drainase untuk tempat penampungan-penampungan air," tegasnya.

Untuk progress pembangunan Pasar Induk yang terletak di Jalan Soekarno Hatta ini sendiri sudah mencapai 65 persen.

"Menurut Kadisperindag, progressnya itu sekitar 65 persen. Tapi setelah kita lihat dilapangan kemarin, ya masih jauhlah dari angka segitu," ucap Roni.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)