PEKANBARU, datariau.com - Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang menghadirkan program pembiayaan pendidikan bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta. Kebijakan tersebut dinilai menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Kota Pekanbaru.
Menurut Isa, terobosan yang dilakukan Pemko Pekanbaru merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan, meskipun tidak tertampung di sekolah negeri.
"Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Kota Pekanbaru sudah bisa mencari beberapa terobosan solusi bagi warga Kota Pekanbaru, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, yaitu dengan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Salah satu poin pentingnya adalah pemerintah kota membiayai anak-anak yang bersekolah di sekolah swasta," ujar Isa, Rabu (1/7/2026).
Baca juga:Pengumuman SPMB Ditunda, Disdik Pekanbaru Diingatkan Profesional: Jangan Rugikan Siswa!
Ia menjelaskan, melalui kerja sama tersebut, siswa yang diterima di sekolah swasta mitra pemerintah tidak lagi dibebani biaya pendidikan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati layanan pendidikan secara gratis sebagaimana peserta didik di sekolah negeri.
Isa menyebutkan, hingga saat ini sekitar 23 sekolah swasta telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam program tersebut. Kehadiran puluhan sekolah swasta itu diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri setiap tahunnya.
"Harapannya orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah swasta tidak lagi merasa terbebani secara finansial. Anak-anak yang masuk di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah kota mendapatkan pendidikan gratis, sama seperti di sekolah negeri," katanya.
Baca juga:Komisi III DPRD Pekanbaru Sidak SPMB di SMPN 4, Gerbang Sekolah Terkunci, Banyak Aduan Orang Tua Terungkap
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memberikan kepastian pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga mengurangi kekhawatiran masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan kursi di sekolah negeri akibat tingginya jumlah pendaftar.
Meski mengapresiasi program tersebut, Isa mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yakni pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah di Kota Pekanbaru.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai hingga kini masih banyak masyarakat yang menganggap sekolah tertentu sebagai sekolah favorit atau unggulan. Akibatnya, sekolah-sekolah tersebut selalu menjadi tujuan utama para orang tua ketika mendaftarkan anaknya.
Baca juga:SPMB Riau 2026: Pendaftar di Pekanbaru dan Dumai Lampaui Kuota, Disdik Soroti Ketimpangan Sebaran Siswa
Kondisi tersebut, lanjut Isa, sering kali menyulitkan calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan pada jalur prestasi maupun domisili, meskipun memiliki kemampuan dan keinginan kuat untuk bersekolah di sekolah yang mereka inginkan.
"Ke depan kita berharap Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah tertentu tertinggal dibandingkan sekolah lainnya," ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerataan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya peningkatan mutu pembelajaran, tetapi juga pemerataan fasilitas sekolah, kualitas tenaga pendidik, dukungan anggaran, hingga pembiayaan pendidikan yang diterima peserta didik.
Baca juga:SPMB 2026, Komisi III Ingatkan Disdik Pekanbaru: Praktik Jual Beli Kursi Sekolah Harus Dihentikan
Menurut Isa, apabila seluruh sekolah memiliki kualitas yang setara, masyarakat tidak lagi hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit. Sebaliknya, orang tua akan memiliki lebih banyak pilihan sekolah dengan standar pendidikan yang sama baiknya.
"Kita ingin kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru terus meningkat dan penyebarannya merata. Dengan begitu, setiap sekolah memiliki kualitas pendidikan yang sama sehingga masyarakat tidak lagi terfokus hanya pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit," tutupnya.