Kebijakan Karantina Hewan Kurban 14 Hari, Fathullah: Itu Adalah Penyiksaan

datariau.com
844 view
Kebijakan Karantina Hewan Kurban 14 Hari, Fathullah: Itu Adalah Penyiksaan
Foto: Endi Dwi Setyo
Anggota DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH, berharap pemerintah yakni Kementerian Pertanian (Kementan) RI agar dapat melonggarkan aturan karantina hewan ternak selama 14 hari, akibat adanya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Menurutnya, masa karantina tersebut dinilai terlalu lama dan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan hewan qurban.

"Kita minta Kementan kalau bisa karantina 14 hari itu mohon dilonggarkan, karena itu terlalu lama. Masa waktu 14 hari dikarantina itu juga adalah penyiksaan bagi hewan kurban seperti asupan makanannya di situ tidak sempurna, kan kasihan kita," kata Fathullah, Sabtu (11/6/2022).

Fathullah berpandangan, karantina selama 14 hari ini dinilai sangat memberatkan terlebih menjelang momen hari raya Idul Adha.

"Kita berharap pemerintah dapat menurunkan masa karantina sapi ini. Misalkan, dari 14 hari menjadi 7 hari untuk mengurangi kerugian yang dialami pedagang," ujarnya.

Fathullah yang juga merupakan juragan sapi ini mengungkapkan, untuk ketersediaan pasokan sapi dari luar Pulau jawa sudah tidak bisa lagi lantaran adanya aturan karantina 14 hari. Maka dari itu, para pedagang dari NTT saat ini enggan mengirimkan sapi ke Pulau Sumatera.

"Kalau dimasukkan ke karantina, otomatis sapi yang hendak diberangkatkan ke tempat tujuan itu terlambat karena ada aturan karantina 14 hari. Misalnya sapi itu dikirim dari NTT, lalu masuk di Bekasi pada tanggal 15-20 otomatis dikarantina selama 2 minggu lamanya. Jadi sapi yang diseberangkan ke Pulau Sumatera itu lebaran kurbannya bisa jadi dijalan," jelasnya.

Politisi Gerindra ini mengimbau kepada para pengusaha agar waspada dan senantiasa menjaga kebersihan kandang dan pakan ternak agar terhindar dari penyakit, terutama penyakit mulut dan kuku.

"Sebagai sesama pengusaha, kita informasikan kepada pengusaha sapi yang ada di Kota Pekanbaru agar berhati-hati dalam situasi dan kondisi virus PMK yang tengah mewabah sapi sekarang ini," tutup Fathullah. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)