PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah SH MH menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang dinilainya kian memprihatinkan. Lesunya aktivitas jual beli sangat dirasakan para pedagang dan berdampak langsung pada perekonomian di Kota Pekanbaru.
“Kita harus memaklumi kondisi di Pekanbaru saat ini. Daya beli masyarakat sangat menurun, pedagang juga merasakan dampaknya. Jual beli benar-benar lesu,” kata Fathullah, Senin (12/1/2026).
Ia menilai, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Salah satunya adalah APBD Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang belum disahkan, sehingga perputaran uang di daerah belum berjalan maksimal.
"Kalau APBD ini belum disahkan, otomatis uang tidak berjalan. Akibatnya, jual beli pedagang juga ikut terhenti,” ujarnya.
Menurut Fathullah, daya jual beli
pedagang yang ada di Pekanbaru sangat bergantung pada perputaran uang dari belanja pegawai, khususnya aparatur sipil negara (ASN).
“Sekitar 40 sampai 50 persen perputaran ekonomi pedagang itu tergantung dari belanja ASN. Kalau gaji sudah cair, pedagang pasti ikut terbantu,” ungkapnya.
Politisi Demokrat ini mengungkapkan, saat ini kondisi keuangan masyarakat sangat terbatas. Banyak warga terpaksa mengutamakan biaya pendidikan anak dibandingkan kebutuhan lainnya.
“Sekarang orang berpikir, biarlah makan dikurangi, yang penting anak bisa sekolah. Ini realita yang harus kita pikirkan bersama,” cetusnya.
Menghadapi tantangan ekonomi yang dinilai semakin berat di tahun 2026, Fathullah meminta Walikota Pekanbaru memberi perhatian serius pada pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ekonomi Kota Pekanbaru bisa ditingkatkan, agar daya beli masyarakat membaik dan tidak muncul persoalan sosial seperti kesulitan pangan hingga gizi buruk, terutama di wilayah-wilayah terpencil,” pungkasnya. (end)