SMM PANEL INDO

Kasus DBD Tembus 534, DPRD Pekanbaru Desak Dinkes Bergerak Cepat

datariau.com
138 view
Kasus DBD Tembus 534, DPRD Pekanbaru Desak Dinkes Bergerak Cepat
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru yang juga Sekretaris Komisi III, Abu Bakar.

PEKANBARU, datariau.com - Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru yang telah mencapai 534 kasus menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru diminta memperkuat langkah pencegahan serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru yang juga Sekretaris Komisi III, Abu Bakar, mengatakan angka tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya menekan kasus DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

"Dengan tingginya penderita DBD di Kota Pekanbaru hingga mencapai 534 kasus, maka persoalan ini menjadi perhatian serius oleh Diskes Kota Pekanbaru untuk menekan bagaimana penderita DBD semakin turun. Maka dari itu perlu kerja keras Diskes Pekanbaru untuk rutin melakukan sosialisasi dan informasi, terutama bagaimana memberikan informasi pencegahan terhadap bahaya DBD kepada masyarakat," ujar Abu Bakar, Selasa (18/8/2026).

Baca juga:DPRD Pekanbaru Dukung Seragam Gratis, Abu Bakar Usulkan Siswa Sekolah Swasta Juga Mendapat Bantuan


Ia menilai sosialisasi mengenai pencegahan DBD harus dilakukan secara rutin dan menyentuh langsung masyarakat. Untuk itu, Dinkes Pekanbaru perlu melibatkan berbagai unsur hingga tingkat lingkungan.

Menurut Abu Bakar, Puskesmas, kader Posyandu, camat, lurah, hingga perangkat RT dan RW dapat menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

"Untuk melaksanakan sosialisasi tersebut perlu melibatkan pihak-pihak yang bisa memberikan informasi seperti pihak Puskesmas, kader Posyandu hingga sampai ke RW/RT, terutama bagaimana menggerakkan 3M Plus," ungkapnya.

Baca juga:Cegah DBD, Timkes Puskesmas Dan Bhabinkamtibmas Polsek Tualang Fogging Pemukiman Warga


Ia menjelaskan, gerakan 3M Plus perlu kembali digencarkan di tengah masyarakat. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air minimal satu kali dalam seminggu, menutup rapat wadah penampungan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Selain langkah tersebut, Abu Bakar juga meminta camat dan lurah mengajak masyarakat secara rutin melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan.

"Selain itu, kepada pihak camat dan lurah untuk terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong bersama-sama dengan masyarakat untuk membersihkan lingkungan. Paling tidak dengan membersihkan lingkungan bisa mencegah bahaya penyakit DBD," katanya.

Baca juga:3 Minuman ini Mampu Sembuhkan Demam Berdarah


Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan dengan jumlah yang cukup beragam. Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni mencapai 86 kasus.

Posisi kedua ditempati Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus, hanya berselisih satu kasus dari Tuah Madani. Selanjutnya Kecamatan Bukit Raya mencatat 66 kasus.

Sementara itu, Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus. Kemudian Payung Sekaki sebanyak 39 kasus, Rumbai 33 kasus, dan Rumbai Timur 32 kasus.

Baca juga:Tak Harus Demam, Ternyata Ini Gejala DBD yang Harus Diwaspadai..


Kasus DBD juga tercatat di Kecamatan Limapuluh sebanyak 31 kasus, Kulim 28 kasus, serta Sail dan Rumbai Barat masing-masing 11 kasus.

Selanjutnya, Kecamatan Senapelan dan Sukajadi masing-masing mencatat 10 kasus. Sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling rendah, yakni empat kasus.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)