Gedung Perkantoran Tenayan Terbakar Lagi, DPRD Kritik Pemko Pekanbaru Tidak Belajar dari Pengalaman

datariau.com
1.526 view
Gedung Perkantoran Tenayan Terbakar Lagi, DPRD Kritik Pemko Pekanbaru Tidak Belajar dari Pengalaman
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar Syafri Syarif.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar Syafri Syarif, dengan nada kecewa menyoroti kejadian kebakaran yang kembali menghanguskan salah satu gedung di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya Pekanbaru, Jumat (20/9/2024) sekitar pukul 11.40 Wib tadi. Menurutnya, Pemko Pekanbaru tidak belajar dari kesalahan.

"Ini bukan kebakaran pertama, dan Pemko seolah tidak belajar dari pengalaman. Tahun lalu, Gedung BPKAD juga ludes terbakar, sekarang giliran Gedung Lipat Kajang. Ada apa dengan sistem keamanan di kompleks ini," tanya Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar Syafri Syarif.

Dikatakannya, api yang melahap Gedung Lipat Kajang kantor beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Dinas Perhubungan (Dishub) merupakan kejadian kali kedua kebakaran hebat di kompleks perkantoran pemerintah yang baru dibangun beberapa tahun lalu tersebut.

Syafri meminta agar Pemko Pekanbaru melakukan evaluasi mendalam terkait sistem keamanan dan proteksi di seluruh gedung perkantoran di Tenayan Raya. Ia menyoroti apakah sistem hidran kebakaran berfungsi dengan baik atau tidak.

"Kita menduga ada kelalaian di tahap konstruksi awal atau perawatan. Hydrant yang tidak berfungsi optimal akan sangat fatal, terutama di lokasi perkantoran yang jauh dari pusat kota dan sulit dijangkau tim pemadam dengan cepat," pintanya.

Dari informasi yang ia dapatkan bahwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ini memunculkan kobaran api dan kepulan asap hitam dari atap Gedung Lipat Kajang.

Para pegawai yang bekerja di dalam gedung berupaya menyelamatkan barang-barang dan dokumen penting. Namun, kecepatan api merambat membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Syafri Syarif mempertanyakan anggaran pemeliharaan gedung yang setiap tahunnya dianggarkan oleh pemerintah.

"Anggaran perawatan gedung selalu disediakan, tapi kejadian ini terus berulang. Di mana letak kesalahannya? Kami minta Pemko Pekanbaru, khususnya Pj Walikota, untuk bertindak cepat. Jangan sampai ada kelalaian yang terus dibiarkan," tegasnya.

Selain masalah kebakaran, Syafri menilai ada tantangan dalam desain awal pembangunan perkantoran ini. "Lokasi yang jauh dari pusat kota dan kemungkinan kesalahan dalam konstruksi membuat penanganan darurat seperti kebakaran menjadi sulit," tambahnya.

Ia juga mengusulkan pemeriksaan menyeluruh atas seluruh gedung di kompleks tersebut, termasuk sistem kelistrikan, hydrant, dan keamanan kebakaran lainnya.

Dengan dua kebakaran dalam kurun waktu beberapa tahun, publik mulai mempertanyakan seberapa aman gedung-gedung pemerintahan di Tenayan Raya untuk para pegawai dan juga pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab mereka.

Kebakaran ini tidak hanya mengganggu kelancaran aktivitas pemerintahan, tetapi juga menambah beban anggaran untuk perbaikan dan rekonstruksi.

Kedepan, Pemko Pekanbaru diharapkan tidak hanya bertindak cepat dalam menangani masalah kebakaran ini, tetapi juga memastikan keamanan jangka panjang di perkantoran yang terbilang baru tersebut.

"Pelajaran pahit dari dua kebakaran ini semestinya menjadi dasar untuk perbaikan mendasar, demi menjaga kelangsungan pelayanan publik yang efisien dan aman," pungkasnya. (fik)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)