Sudah Melahirkan, Pelaku yang Menghamili Siswi SDLB di Inhu Belum Juga Diketahui

datariau.com
1.749 view
Sudah Melahirkan, Pelaku yang Menghamili Siswi SDLB di Inhu Belum Juga Diketahui
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Kasus pencabulan yang menimpa seorang siswi SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa) Negeri di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu, hingga hamil 8 bulan baru diketahui oleh pihak sekolah dan keluarga, hingga korban melahirkan pihak kepolisian dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) belum juga berhasil mengungkap siapa pelaku pencabulan tersebut.

"Kendala kami dalam kasus pencabulan yang menimpa pada seorang siswi SDLB adalah saksi, karena hingga saksi yang dimintai keterangan belum ada yang mengarah pada salah seorang tersangka. Begitu juga dengan keterangan korban. Karena keterbelakangan mental, maka korban susah untuk dimintai keterangan, untuk memastikan siapa ayah kandung dari anak tersebut dan ingin mengungkap siapa pelakunya jalan satu-satunya yakni tes DNA," kata Kapolsek Pasir Penyu, melalui Kanit Reskrim Ipda Jose Rizal mantan Kapolsek BLJ, Kamis (13/7/2017).

Sementara itu, Anggota Reskrim Polsek Pasir Penyu Aipda Yusmar SH mengatakan, untuk saksi yang sudah diperiksa yakni dari pihak keluarga dan juga beberapa guru SDLB. Selain terkendala dengan keterangan saksi, kepolisian juga terkendala dengan tidak proaktifnya pihak keluarga korban.

"Karena, disaat kita panggil untuk dimintai keterangan mereka selalu saja beralasan sibuk kerja. Rencana kemarin usai lebaran kita akan melakukan tes DNA pada anaknya, namun begitu kami sampai di rumah korban, anaknya sudah diberikan kepada familinya di Pekanbaru," ujar Aipda Yusmar SH.

Terpisah, Lurah Tanah Merah Arifindi Ssos saat dikonfirmasi mengatakan, pihak kelurahan tidak tahu kapan anak itu melahirkan, menurut keterangan warga anak itu lahir pada pertengahan bulan puasa dan melahirkannya di salah satu bidan di daerah Kaplingan.

"Dan begitu mendapat informasi bahwa anak itu sudah melahirkan, saya langsung beritahukan kepada Bhabinkamtibmas Bripka Hanif Ashar. Bersama pak Hanif Ashar kami langsung ke rumah orangtua korban. Namun begitu kami sampai di rumah orangtua korban, anak dari korban sudah tidak berada di rumah, menurut keterangan orangtua korban anaknya diasuh oleh familinya di Pekanbaru," terang Lurah Tanah Merah Arifindi Ssos.

Hingga berita ini dimuat, Ketua P2TP2A Kabupaten Inhu belum dapat dikonfirmasi, saat dicoba untuk konfirmasi Kepada Kepala P2TP2A Hj Isnidar melalui selulernya, nada pangilan masuk, namun belum dijawab.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:Siswi SD
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)