RENGAT, datariau.com - Penangkapan truk cold diesel yang mengangkat pupuk subsidi dari Gudang PT BGR (Bhanda Ghara Reksa) Desa Bongkar Malang Kecamatan Kelayang Kabupaten Inhu oleh Kodim 0302 Inhu di kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan pada Senin malam kemarin, menjadi perhatian publik.
Masyarakat berharap pihak kepolisian serius menangani perkara dugaan penggelapan pupuk subsidi tersebut.
"Mapolres atau Polda manapun yang menangani perkara penggelapan pupuk subsidi dari pelimpahan Kodim 0302 Inhu, kita sebagai masyarakat meminta dan berharap sekali pihak kepolisian serius menangani perkara ini, jangan sampai ada man mata," harap Ari, seorang warga Inhu, kepada datariau.com, Rabu (30/8/2017.
Kasus ini menjadi perhatian serius banyak orang, terlebih para petani karena selama ini mereka kesusahan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Dengan temuan Kodim 0302 Inhu ini, seakan membuka tabir permainan oknum selama ini.
"Kita memiliki alasan kuat mengapa meminta pihak kepolisian untuk serius dalam perkara penggelapan pupuk subsidi ini, karena ulah oknum Distributor atau penyalur yang menggelapkan pupuk subsidi maka masyarakat petani dibuat susah untuk mendapatkan pupuk subsidi. Sekalipun ada pupuk subsidi harga perkarung berbeda, karena pupuk subsidi kita beli melalui toke-toke sawit," ujar Hendrik, ketua salah satu kelompok tani di Kabupaten Inhu.
Sebenarnya, dugaan penggelapan atau permainan pupuk subsidi oleh Distributor sudah lama dicurigai dan menjadi buah bibir, namun belum ada yang tertangkap. "Muda-mudahan dengan ketangkapnya truk pengangkut pupuk subsidi oleh Kodim 0302 Inhu, Polisi dapat menangkap Distributornya dan juga dapat mengungkap Distributor-Distributor lainnya yang menyelewengkan pupuk jatah peani miskin ini," harap Hendrik.
Selain itu, warganet juga mengapresiasi penangkapan pupuk subsidi oleh Kodim 0302 Inhu ini. Mereka bangga atas kinerja Kodim 0302 Inhu karena persoalan pupuk subsidi yang langka selama ini menjadi persoalan yang susah diselesaikan, termasuk isu adanya permainan pupuk subsidi menjadi rahasia umum.
Berikut beberapa tanggapan warganet melalui komentar akun Facebook tentang berita penangkapan pupuk subsidi:
Marliyus Moltan: Pendistribusian dari gudang pupuk bongkal malang itu sudah lama dipertanyakan.... masyarakat sekitar saja sulit mendapatkan pupuk sementara pupuk datang dg jumlah yg besar.
Ongah Igun: Betul paak.... petani susah dapatkan pupuk subsidi.. tpi tengkulak sawit ataupun bos sawit dg sangat mudah daptkan dan menumpuk pupuk subsidi.... Klaw daerah saya pak... umpamanya mnggu dpan pupuk dtg bos2 sawit uda mesan tu pling dkit 2ton... nnti bos sawit jual lgi k petani.. phonska subsidi aja d jual tengkulak tu Rp 165.
Banyak lagi komentar di facebook pengungkapan warga tentang pupuk subsdi ini.
Menurut informasi di lapangan, bahwa truk dan pupuk supsidi sebanyak 10 ton yang ditangkap Kodim 0302 Inhu diduga milik Distributor atas nama Rini warga Tembilahan yang juga dekat hubungan dengan pejabat yang berpengaruh di Pemkab Inhil.
Hingga berita ini dimuat, belum diketahui secara pasti truk, supir dan barang bukti pupuk subsidi dilimpahkan ke Mapolres mana oleh Kodim 0302 Inhu. Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Mujiburahman Hadi SE dikonfirmasi terkait penangkapan truk dan pupuk subsidi mengatakan, bahwa truk dan pupuk yang ditangkap oleh jajaran Kodim 0302 Inhu sudah diserakan ke polres. Namun Dandim tidak menjelaskan diserahkan ke polres mana, Inhu atau Pelalawan.
Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIk MH melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, karena itu kejadian di wilayah hukum Polres Pelalawan, maka pelimpahan perkara tersebut di Polres Pelalwan dan tidak dilimpahkan ke Polres Inhu.
Sementara Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo SIK MH dan Kasat Reskrim AKP Faisal belum dapat dimintai keterangan, saat dikonfirmasi melalui seluler masing-masing belum ada jawaban.