Pembunuhan di Tanah Merah Inhu

Mengejutkan, Abang Korban Temukan Pisau Pelaku Sebelum Pembunuhan Terjadi, Berikut Kronologisnya..

datariau.com
8.273 view
Mengejutkan, Abang Korban Temukan Pisau Pelaku Sebelum Pembunuhan Terjadi, Berikut Kronologisnya..
Heri
Pelaku saat diamankan di rumah orangtuanya.

RENGAT, datariau.com - Adian Abdul Kholiq (20) warga Kelurahan Tanjung Gading korban pembunuhan yang terjadi malam tadi, Kamis (31/8/2017) mayatnya ditemukan pukul 23.00 wib di depan Kantor Lurah Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu dimakamkan hari ini di pemakaman umum Taman Murni.

Jasad korban sampai di kediaman orangtuanya di Kelurahan Tanjung Gading sekitar pukul 05.00 wib dari RSUD Indrasari Pematang Reba dan langsung dimakamkan di Taman Murni sekitar pukul 09.30 wib pemakaman baru selesai.

"Kalau saya dengan pelaku tidak begitu kenal, kenal pelaku waktu masih kecil, benar, orang tua pelaku dulu tinggalnya tidak jauh dari rumah orang tua kami, pelaku dan korban bisa dibilang kawan baik. Namun sejak 7 tahun ini saya tidak pernah jumpa sama pelaku lagi, cuman sering dengar kalau mereka berdua masih sering ketemu, dan bahkan pelaku sering main ke rumah orang tua kami jumpai korban," kata abang korban, Joni Wirianto saat dikonfirmasi datariau.com di kediaman orangtuanya di Kelurahan Tanjung Gading, Jumat (1/9/2017).

"Menurut saya pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku, karena cerita adik saya Widi, dia sekitar jam 16.00 wib temukan pisau di bawah kandang ayam, lalu pisau itu disimpan adik saya Widi, namun sekitar pukul 21.00 wib pisau itu sudah tidak ada lagi," jelas Joni Wirianto.

Sementara itu, Widi yang juga abang korban mengatakan, sekitar pukul 16.00 wib secara tidak sengaja dia menemukan pisau dengan panjang lebih kurang 20 centimeter di kandang ayam dekat rumah. "Bentuk pisau seperti pisau komando (Rambo,red). Bahkan pisau itu sempat saya tunjukkan sama Jo tetangga dekat rumah yang kebetulan sedang main ke rumah saya," paparnya.

"Jo bilang pisau orang curi ayam gak yang tertinggal, lalu pisau itu saya selipkan ke dinding rumah posisinya dekat pancing. Sekitar pukul 21.00 wib disaat saya ambil pancing pisau itu sudah tidak ada lagi di selipan dinding, lalu saya telepon korban tapi tidak diangkat, dan bahkan saya sempat SMS mengingatkan korban, juga tidak dibalas, saya SMS korban Kholiq hati-hati keboh (pelaku,red) bawah pisau, kalau diajak kemana-mana jangan mau," sebutnya.

Dijelaskan Widi, tepatnya sekitar pukul 15.00 wib Kamis siang pelaku DK bersama karbon main ke rumah, sekitar pukul 16.00 wib pelaku minta antarkan korban pulang, tapi korban tidak mau, lalu korban pulang ke rumah orang tua dan pelaku masih di rumah, tidak berapa lama pelaku menyusul korban ke rumah orangtuanya.

"Tidak lama kemudian mereka berdua datang lagi ke rumah, DK desak korban untuk antarkan ke Lirik, tapi korban tidak mau, bahkan saya sempat menawarkan diri, ayo DK kakak yang antarkan, tapi DK nya malah menolak, tidaklah kang, nanti aja sama Kholiq,"cerita Widi kepada datariau.com.

"Pelaku kita kenal, bahkan sudah dianggap seperti keluarga. Mengenai pelaku cerita bahwa mereka terlibat jual beli motor saya tidak percaya, karena setahu saya, Kholik adik saya tidak pernah berbisnis Honda atau bisnis lainnya, kerjaan dia sehari-hari membawa mobil," tuturnya.

Tepatnya sekitar pukul 01.00 wib, lanjutnya, seorang temannya memberitahu kalau Kholiq adik dibunuh. "Dan kawan itu tunjukkan fecebook-nya, barulah kami pihak keluarga tahu kalau Kholiq sudah meninggal dan dibawa ke RSUD Pematangreba oleh pihak kepolisian, sekitar pukul 01.30 wib kami ramai-ramai ke RSUD Pematangreba jemput jasad korban," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)