Komisi I DPRD Pekanbaru Tinjau Rumah Warga yang Banjir Dampak Proyek Pasar Induk

datariau.com
824 view
Komisi I DPRD Pekanbaru Tinjau Rumah Warga yang Banjir Dampak Proyek Pasar Induk

PEKANBARU, datariau.com -  Komisi I DPRD Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan (Kunlap) ke lokasi banjir yang dikeluhkan warga Rt 02 Rw 11 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Selasa (26/11/2019).

Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra menyebut, fenomena banjir di wilayah ini baru satu bulan belakangan terjadi. Dan hal ini, menurut laporan warga diakibatkan penimbunan yang tengah dilakukan pihak pengembang pasar induk.

"Kita ke sini karena laporan warga, dan tentunya ini harus kita tanggulangi secepatnya," ucapnya saat berbincang bersama wartawan di sela-sela kunlap.

Doni juga mengatakan akan segera memanggil pihak terkait yang dinilai bertanggung jawab atas luapan air dari pembangunan pasar induk ke pemukiman warga.

"Segera akan kita panggil beberapa instansi berwenang. Karena kalau tidak segera maka akan banyak kerugian yang diakibatkan hal ini," ujarnya.

Disamping itu, Politisi PAN ini mengaku kecewa kepada Pemko Pekanbaru dan pengembang, karena dinilai lalai dalam mengantisipasi musibah seperti ini.

"Saat membangun pasar induk apa tidak dikaji dampak lingkunganya? Ini akan kita tindak lanjuti," tegasnya.

Tampak rombongan DPRD Pekanbaru saat meninjau lokasi rumah warga. (Foto: Dwi)

Sementara Bambang, Ketua RT setempat mengaku jika hujan mulai turun warga sekitar mulai kewalahan. Karena air yang datang dari lokasi pembangun pasar induk cukup deras mengalir ke pemukiman.

"Bangunan pasar jauh lebih tinggi dari jalan, dan diperparah tidak adanya parit yang dibangun. Jadi wajar air akan menghantam pemukiman warga," katanya.

Bambang juga memastikan banjir di wilayahnya baru terjadi usai pengembang pasar induk melakukan penimbunan sebulan belakangan.

"Tidak ada banjir di sini sebelumnya. Setelah dilakukan penimbunan pasar barulah terjadi banjir diwilayah ini, dan air yang mengalir juga berwarna kuning lumpur," pungkasnya. (dwi)

Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)