Dua Oknum Polisi di Inhil Diduga Terlibat Penganiayaan Warga Sipil Hingga Tewas

datariau.com
2.035 view
Dua Oknum Polisi di Inhil Diduga Terlibat Penganiayaan Warga Sipil Hingga Tewas
Heri
Korban yang meninggal dunia karena daniaya sekelompok orang. Diduga dua oknum polisi terlibat di dalamnya.

RENGAT, datariau.com - Tindakan main hakim sendiri diduga dilakukan oleh penegak hukum. Kali ini dikabarkan dua oknum polisi dari satuan Polres Inhil diduga melakukan penganiayaan ke warga sipil hingga tewas.

Masing-masing oknum yang diduga pelaku berinisial Briptu K dan Brigadir D, dimana pada Jumat (5/8) sekitar pukul 23:30 Wib korban Indra Gamal (55) diduga dianiaya oleh dua oknum polisi dibantu 1 warga sipil berinisial IS (warga Sincalang) dan dua warga sipil yang tidak dikenal.

Kejadian penganiayaan terjadi di Pasar Kamis Desa Petalongan Kecamatan Keritang Inhil. Informasi yang berhasil di himpun, Rabu (10/8/2016) dari anak korban Wanpolo Saputra (26) menjelaskan, korban dikeroyok oleh dua oknum pilisi yang bertugas di Polres Inhil serta dibantu warga sipil mengikat tangan korban serta kepala korban ditutup dengan kain sarung.

"Ayah saya dipukuli secara bergantian, saat dibawa ke rumah sakit diketahui kalau korban tidak bisa diselamatkan lagi, kondisinya kritis, dari bagian kepala sebelah kanan ada bekas benturan benda keras yang mengakibatkan keluar darah segar serta di bagian punggung ada bekas pukulan benda tumpul menimbulkan memar," kata Wanpolo.

Wanpolo mengetahui, kalau ayahnya menjadi korban main hakim sendiri oleh oknum polisi sekitar pukul 01.30 Wib pada Sabtu dinihari, dimana dari lokasi awal Pasar Kamis KM 8 Petalongan depan cucian Alim, korban diikat dan dipukuli serta kepala korban ditutup kain dan korban dibawa ke KM 11 desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal Inhu.

"Pas depan rumah saya, seberang jalan, saya mendengar kalau ada suara minta tolong sekitar pukul 01.30 WIB. Saya keluar dari rumah dan mengetahui kalau korban kritis adalah ayah saya, saat itu saya masih melihat dua polisi memegang ayah saya," ujarnya.

Dengan kondisi yang terjadi, anak korban sontak meninggalkan ayahnya yang diikat oleh polisi di bantu 2 warga sipil lainnya, kemudian anak korban kembali lagi dengan membawa teman-temannya untuk menyelamatkan ayahnya yang korban penganiayaan oknum polisi tersebut.

"Polisi melepaskan ayah saya yang sudah kritis, kemudian saya bawa ke puskesmas yang tidak jauh dari lokasi penganiayaan kedua. Ayah saya dirujuk ke Rumah Sakit Indrasari Rengat, kondisi trauma korban minta dikeluarkan dari rumah sakit namun saya bawa kembali ayah saya ke Klinik Medistra Rengat," kata Wanpolo.

Ketika sampai di Klinik Medisra Rengat, Ahad (7/8) sekitar pukul 17.00 WIB, korban tidak sadarkan diri di Klinik Medsra Rengat korban tidak bisa diselamatkan lagi sekitar pukul 20.00 WIB korban meninggal dunia.

"Kami sudah laporkan kejadian ini ke Subsektor Sencalang Kecamatan Keritang tapi belum ada tanggapan," kata Wanpolo Saputra.

Sementara itu, Polres Inhil dikonfirmasi wartawan melalui Paur Humas Polres Inhil Ipda Herima Putra mengaku belum ada mengetahui ada laporan terkait dengan kejadian tersebut.

"Nanti kita cek laporanya bang, saya belum mengetahui," singkat Paur Humas Polres Inhil Ipda Herima Putra.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)