Begini Kehidupan Sehari-hari Mulyadi Pelaku Penikaman Anggota Brimob di Masjid Falatehan

datariau.com
1.982 view
Begini Kehidupan Sehari-hari Mulyadi Pelaku Penikaman Anggota Brimob di Masjid Falatehan
Mutiara Parfum, toko Mulyadi dan keluarganya (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

JAKARTA, datariau.com - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan identitas pelaku penyerangan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan semalam bernama Mulyadi. Identitas tersebut sesuai dengan identitas KTP yang ditemukan tim Densus di tempat kejadian perkara.

"Untuk pelaku 75 persen namanya Mulyadi sesuai dengan identitas di KTP yang kita temukan di TKP," ujar Setyo Wasisto di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Sabtu (1/7/2017).

Setyo menuturkan, meskipun identitas dari pelaku penyerangan sudah cocok, namun alamat yang tertera dalam KTP pelaku bukanlah alamat dari pelaku penyerangan tersebut. Pelaku yang diketahui bekerja sebagai pedagang kosmetik di Pasar Roxy, Cikarang Bekasi tersebut memang sudah lama tinggal dengan kakak iparnya sehingga alamat yang tertera dalam KTP pelaku adalah alamat dari kakak ipar pelaku.

"Alamatnya tidak di situ, itu alamat kakak iparnya, sudah ditelusuri penyelidik, kerjaan dia adalah sebagai pedagang kosmetik di Pasar Roxy Bekasi," ujar Setyo.

Meskipun begitu Setyo dan lembaganya masih belum dapat mengatakan bahwa identitas pelaku 100 persen cocok, karena tim direncanakan masih akan melakukan tes DNA kepada pihak keluarga pelaku.

"Kenapa saya bilang 75 persen, karena kami masih akan cek DNA, kita masih cari anak atau keluarga lainnya," tutur Setyo.

Mulyadi diketahui berumur 28 sesuai KTP yang ditemukan di lokasi. Selama ini Mulyadi berdagang kosmetik di Pasar Roxy Cikarang Barat. Berdasarkan penelusuran kumparan.com pada Sabtu (1/7), kios milik Mulyadi bernama Mutiara Parfum. Kios ini terletak di Ruko Roxy Blok CA nomor 6.

Mutiara Parfum bersebelahan dengan kios penjual pakaian dan salon. Namun saat ini kios yang dirintis oleh Mulyadi dan kakaknya yang bernama Anis tersebut, tutup. Menurut informasi dari pemilik salon yang bersebelahan dengan kios Mutiara Parfum, Yuli, kios tersebut tutup karena Anis hendak berjalan-jalan. Anis memutuskan hari ini tidak berjualan. Padahal belakangan diketahui Densus 88 sudah menjemput kakak Mulyadi untuk diperiksa.

Yuli membenarkan Mul, panggilan Mulyadi, berdagang kosmetik di Pasar Roxy. Mulyadi dan kakaknya sudah sekitar 4 tahun berdagang kosmetik di Roxy.

"(Dagang) 3 sampai 4 tahun. Tadinya (dagang) di pasar JB (Jababeka)," kata Yuli.

Yuli menuturkan usaha tersebut dirintis Mulyadi bersama Anis. Anis yang bertugas untuk menjaga kios, sementara Mulyadi lebih sering keluar untuk berbelanja kebutuhan kios.

"Yang belanja (seringnya) si Mul. Mul-nya sukanya belanja sendiri. Dia tinggi gede orangnya. Usaha ini juga usaha bareng. Kayaknya join, usaha keluarga," tuturnya.

Sampai Sabtu (30/6) kemarin, kios tersebut masih buka. Namun Mulyadi seharian tidak terlihat berada di kios. Hanya Anis yang menjaga kios. Kios pun hari ini sengaja ditutup. Sebab, Anis mengatakan dia ingin jalan-jalan dan kemungkinan akan buka lagi pada Senin (3/7).

"Kemarin sampai sore buka. Mau beres-beres. Hari ini mau jalan-jalan makanya (kemarin) beres-beres. Kalau adiknya (Mulyadi) kemarin enggak ke sini," ujarnya.

Kios Mulyadi dan kakaknya pun sering ramai dikunjungi oleh pembeli. Kios mereka menyediakan barang kosmetik yang cukup lengkap dibandingkan dengan toko kosmetik lainnya, sehingga lebih ramai dikunjungi pembeli.

"Pelanggannya banyak, soalnya lengkap. Yang lebih lengkap kosmetiknya dia. Soalnya sampai penuh," kata Yuli.

Di lingkungan tempatnya jualan, Mulyadi dikenal ramah dan rajin beribadah. "Orangnya kelihatannya ramah, shalatnya rajin, tarawih juga," ujar Yuli lagi.

Sehari-hari, Mulyadi sering memakai baju koko setiap pergi ke pasar. Mulyadi juga beberapa kali terlihat memakai kaos dan celana jeans. Dia dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah.

"Kadang pakai baju koko, kadang pakai kaos biasa sama celana jeans," tutur Yuli.

Yuli mengenal Mulyadi sebagai orang asli Padang, tepatnya dari Bukit Tinggi. Meski tidak mengenal dekat, Mulyadi dikenal sebagai orang yang ramah kepada sesama pedagang kosmetik di pasar.

"Orangnya kelihatannya ramah. Kalau ngobrol-ngobrol jarang. Seperlunya aja. Ngeliatnya biasanya cuma habis belanja, terus pergi lagi," ujarnya.

Ketika mendengar bahwa Mulyadi telah tewas dilumpuhkan Polisi karena terlibat penusukkan 2 Anggota Brimob, Yuli langsung kaget.

"Hah? Iya? Enggak tahu saya. Baru tahu dari Mbak," kata Yuli kaget.

Saat diperlihatkan foto pelaku yang diduga bernama Mulyadi, meskipun wajahnya tidak terlihat jelas, namun Yuli menyatakan kemungkinan pelaku yang tewas itu adalah Mulyadi.

"Mukanya enggak jelas, tapi kayaknya iya deh. Ya ampun, ini beneran dia?" ujarnya semakin tidak percaya.

Sebelum ke Pasar Roxy Bekasi, wartawan menyambangi Kampung Pagaulan yang diduga merupakan tempat tinggal pelaku. Setelah ditelusuri, tak satupun warga yang mengenal sosok Mulyadi yang dimaksud.

Mulyadi yang dikenal warga ada 5 orang dan semuanya berbeda dengan Mulyadi yang dimaksud.

"Ada 5 Mulyadi disini. Saya, ada Mulyadi yang supir, Haji Mulyadi, di RT 11 ada juga Mulyadi, ada lagi Mulyadi yang udah kena kasus. Sekarang di dalam tahanan," kata seorang warga yang bernama Mulyadi.

Diketahui, alamat yang tertera di KTP yang ditemukan dari saku pelaku adalah Kampung Pagaulan, RT 012/RW 005, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Setelah melalui proses penyelidikan, diketahui alamat tersebut bukanlah alamat Mulyadi yang sesungguhnya, melainkan alamat rumah kakak ipar Mulyadi.

Penulis
: Riki
Editor
: Adi
Sumber
: Kumparan.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)