Viral Tes Antigen Positif Usai Disiram Air Keran, Begini Penjelasan Ahli..

Ruslan
1.089 view
Viral Tes Antigen Positif Usai Disiram Air Keran, Begini Penjelasan Ahli..
Foto: Net

DATARIAU.COM - Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman mencoba meluruskan viral video alat Rapid Test Antigen menunjukkan hasil positif usai dituangkan air keran. Kejadian alat Rapid Test Antigen mengeluarkan hasil positif setelah disiram air berhasil membuat masyarakat resah.

Menurut Dicky, SASS-CoV-2 tidak ditularkan melalui air, namun melalui udara. Ia pun menjelaskan ketika yang diteteskan air keran, justru kandungan PH pada air disebut dapat merusak antibodi yang ada dalam alat itu.

"Dalam testing itu ada kandungan PH. Jadi ketika PH. Intinya karena telah terjadi kerusakan dari alat itu sendiri, maka akhirnya hasilnya invalid, bisa jadi positif," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Senin (26/7).

Lebih lanjut ia menjelaskan jika yang diuji bukan merupakan sampel yang semestinya, contohnya air, maka bisa menyebabkan kerusakan pada alat deteksi virus corona sehingga reaksi yang dihasilkan tidak valid.

"Perubahan PH yg terjadi yg menyebabkan seakan-akan positif," ujar dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kandungan asam basa dan pengenceran yang ada dalam sampel itu juga disebut berpengaruh dalam menghasilkan reaksi menggunakan alat rapid test antigen tersebut.

"Ini kan ada juga masalah keasaman, asam basa dan pengenceran ya berpengaruh," tuturnya.

Sementara itu, ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menjelaskan teknologi rapid antigen atau rapid antibodi itu menggunakan teknologi lateral flow yang sangat terkontrol dan sensitif. Intinya alat itu untuk memastikan munculnya ikatan spesifik antara antigen dan antibodi.

Jika terdapat kandungan pH yang tidak terkontrol seperti menggunakan air keran, maka dijelaskan Ahmad yang terjadi adalah interaksi tidak spesifik, atau sinyal reaksi muncul padahal tidak ada interaksi.

"Kalau pH tidak terkontrol seperti menggunakan air keran, yang terjadi adalah interaksi yang tidak spesifik, alias maksa," ujar Ahmad kepada CNNIndonesia.com.

Itu sebabnya dalam melakukan swab, kata Ahmad, ada cairan buffer yang isinya ada protein, deterjen, garam, dan senyawa kimia pengontrol pH. Jumlah sampel yang dimasukkan ke buffer juga disebutnya tidak boleh terlalu banyak.

Ahmad menjelaskan apabila alat antigen disiram dengan air keran nantinya sistem buffer jadi rusak, sehingga yang terjadi adalah reaksi secara fisik yang tidak ada hubungan dengan reaksi antigen antibodi yang ada di dalam kaset lateral flow tersebut.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)