KAMPAR, datariau.com - Sebagai salah satu upaya memutus mata
rantai penyebaran Covid-19, Puskesmas Salo di Kabupaten Kampar mengadakan vaksinasi massal bagi masyarakat yang berada di daerah tersebut. Pendaftaran vaksin dilakukan dengan syarat membawa
fotocopy KTP. Hingga Jum?at pagi total pendaftar telah tercatat sebanyak 50
orang.
Panitia
pelaksana vaksin, Yessi Susanti mengatakan jenis vaksin yang digunakan adalah
Sinovac dan Pfizer. Vaksin Pfizer diperuntukkan untuk masyarakat yang melakukan
vaksin dosis pertama dan Sinovac untuk masyarakat yang melakukan vaksin dosis
kedua.
"Syarat
untuk daftar vaksin yakni
cukup dengan fotocopy KTP saja,
sedangkan untuk jenis vaksin yang digunakan
itu Sinovac dan Pfizer. Kalau Sinovac untuk yang melakukan vaksin kedua dan
Pfizer untuk dosis pertama. Alhamdulilah masyarakat cukup antusias, jadi yang
udah daftar tinggal nunggu panggilan dari bidannya saja," jelasnya, Jum'at (29/10/2021).
Yessi
menambahkan bahwa vaksin dilaksanakan satu hari, dibuka dari pukul 07.00 -
16.00 WIB. Vaksin dilakukan tanpa batasan, bebas bagi masyarakat yang ingin
melakukan vaksin sampai batas waktu yang sudah ditentukan.
"Untuk
vaksin ini dilakukan hanya hari ini, jadi bagi masyarakat yang mau silahkan
datang ke Puskesmas Salo, kami buka tadi dari jam 7 pagi sampai nanti jam 4
sore," tandasnya.
Ia
menuturkan bahwa seluruh masyarakat yang
datang ke Puskesmas wajib menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes),
menggunakan masker dan menjaga jarak, serta dianjurkan untuk sarapan sebelum
melakukan vaksin.
"Yang
datang ke Puskesmas wajib menggunakan masker dan menjaga jarak, kami disini
juga menyediakan tempat mencuci tangan dan cek suhu tubuh, terus bagi
masyarakat yang mau vaksin, kami juga menganjurkan agar sarapan dulu dari
rumah," tuturnya.
Yessi
juga mengatakan, sebelum melakukan vaksin, pasien harus dicek kesehatan, mulai
dari suhu tubuh, cek tensi dan kadar gula. Setelah melakukan vaksin, pasien
dianjurkan agar menunggu selama 30 menit di lokasi yang
bertujuan untuk memastikan tidak ada efek atau gejala berbahaya setelah
disuntik.
"Sebelum
di vaksin pasien harus dicek dulu kesehatannya, cek suhu tubuh, cek gula dan
juga cek tensi, kalau semua sudah aman barulah vaksin disuntikkan. Nanti
setelah disuntik, pasien harus menunggu dulu sekitar 30 menit untuk memastikan
tidak ada gejala berbahaya yang ditimbulkan," jelas Yessi.
Ia pun
berharap agar masyarakat yang belum vaksin
segera melaksanakan vaksin karena ini merupakan upaya
untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Harapan saya agar masyarakat yang belum vaksin bisa segera melakukan vaksin, karena
ini kan anjuran dari pemerintah dan juga bermanfaat bagi semua untuk memutus
penyebaran virus corona," tutupnya.