PEKANBARU, datariau.com - Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru melaksanakan kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit, dengan tema "Senyum Kemerdekaan di RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru".
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Laznas Dewan Da'wah Riau, Smile Train, dan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Aula Umar Bin Khatab RS Islam Pekanbaru, Sabtu (11/8/2018) pagi pukul 8.30 wib.
Direktur RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru dr Novrielly MKes mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan serentak 17 rumah sakit se-Indonesia dan direncanakan masuk dalam rekor muri. Sementara di Riau, ada 2 rumah sakit tempat diadakan kegiatan ini, yakni RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru dan RS Surya Insani Pasir Pengaraian Rokan Hulu.
"Setelah screaning ada 27 pasien dinyatakan sehat dan bisa mengikuti operasi di RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru dan 25 pasien RS Surya Insani, rata-rata warga dari Pekanbaru, ada juga dari luar daerah bahkan luar Riau," sebut Novrielly.
Diterangkan Novrielly, kegiatan ini 100 persen gratis, bahkan pihak rumah sakit juga menyediakan penginapan bagi pasien dari luar kota. Bahkan pihak RS Ibnu Sina dan tim siap untuk turun ke daerah jika masyarakat tidak sanggup datang ke Pekanbaru.
Bukan saja di saat ada momen, melainkan kegiatan Baksos operasi bibir sumbing dan celah langit ini dilaksanakan di RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru setiap hari kerja tanpa batas.
"Langsung saja datang ke rumah sakit. Kami rutin melakukan baksos, juga turun-turun ke daerah, seperti di Mandau, Lampung, Jambi, dan lainya," terangnya.
Namun kali ini dalam momen Menyambut HUT RI Ke-73, untuk senyum kemerdekaan anak Indonesia, maka diselenggarakan baksos operasi bibir sumbing.
"Kami berharap program ini berkelanjutan dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Riau. Pak Walikota kami mohon dukungan, sosialisaiskan kepada masyarakat, agar langkah mengurangi angka penderita bibir sunbing ini kami laksanakan bersama-sama pemerintah," pintanya.
Sementara itu Perwakilan PABMI Dr drg Masrial SpdM yang merupakan pengurus pusat PABMI juga dokter operator, menjelaskan bahwa langkah Ibnu Sina sangat baik. "Saat ini Ibnu Sina Pekanbaru dengan pasien terbanyak," terangnya.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Riau Yohanes dalam sambutannya menjelaskan bahwa bibir sumbing sangat mengganggu tumbuh kembang anak, dalam 1000 kelahiran di Indonesia, 1 sumbing. "Terimakasih Ibnu Sina yang sudah melaksanakan kegiatan ini," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Zaini Rizaldi menjelaskan bahwa bibir sumbing diakibatkan pola gaya hidup yang tidak sehat. "Kurang bergerak, perhatikan PHPS. Pemko melalui Diskes sosialisasikan seluruh puskesmas, rumah sakit, dan klinik. Apabila ada ditemukan menderita bibir sumbing bisa dirujuk ke RS Ibnu Sina," ujarnya.
Salah seorang orangtua anak yang sudah dioperasi bibir sumbing Syahira berbagi pengalaman indahnya dimana anaknya sekarang bibirnya sudah tidak lagi sumbing.
"Saya dapat informasi dari adik, ada kegiatan ini dulunya, anak saya dioperasi saya sedih, namun saya tak boleh larut. Cobaan dari Allah saya tawakal, dengan ada baksos ini bisa membantu orangtua, anak saya tidak lagi diejek, tidak minder di sekolah," katanya.
Setelah dibuka secara resmi oleh Kadiskes Kota Pekanbaru, para tamu dan media massa diajak menyaksikan langsung proses operasi bibir sumbing ini. Kegiatan tersebut akan selesai hari ini juga. (rik)