Antisipasi Virus Pneumonia China, Dinas Kesehatan Imbau Masyarakat Tidak Perlu Cemas

Rahmad
695 view
Antisipasi Virus Pneumonia China, Dinas Kesehatan Imbau Masyarakat Tidak Perlu Cemas
Foto : Rahmad Santoso
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri SKM.

MERANTI, datariau.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti akan melakukan antisipasi terhadap virus Pneumonia asal Wuhan, Cina. Meski isu penyakit menular tersebut baru muncul dan belum mewabah ke Meranti, pengawasan rutin akan terus dilakukan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri SKM mengatakan, sampai saat ini belum ada temuan soal penyakit Pneumonia cina di Meranti. Apalagi mendekati momen perayaan Imlek nanti, akan banyak warga negara asing (WNA) yang bakal datang.

"Belum ada temuan soal penyakit itu. Namun kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Selatpanjang terhadap penyakit menular tersebut," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (22/1/2020).

Ia pun mengakui belum ada instruksi dari kementerian untuk segera melakukan upaya penanganan yang intensif agar penyakit menular itu tidak mewabah di Provinsi Riau, khususnya Kepulauan Meranti. Hanya saja, kata dia saat ini masih sekedar himbauan dan meningkatkan kewaspadaan.

"Kalau adapun, pihak kementerian dan provinsi pasti akan turun kesini. Namun belum ada laporan bahwa ada indikasi penyakit menular itu. Pihak terkait (KKP--red) yang kewenangannya menjaga pintu lintas sektoral pasti akan berkoordinasi ke kita tentang hal ini. Sebab mereka akan mendeteksi orang-orang yang turun dari luar negeri," jelas Muhammad Fahri.

Disamping itu, pihak Dinas Kesehatan juga terus memantau setiap kasus penyakit dari laporan seluruh UPT Puskesmas di Kepulauan Meranti, terutama kasus Pneumonia. Ia menjelaskan, penyakit Pnenumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan bawah dan sampai ke paru-paru. Disebabkan oleh penyakit ISPA biasa yang tidak diobati atau ditangani secara intensif.

"Kita sudah meminta semua UPT Puskesmas untuk terus memberikan laporan masing-masing. Biasanya batuk dan pilek merupakan gejala awalnya, sehingga penyakit itu tidak diobati dan bisa disebabkan oleh virus atau bakteri yang bisa ditularkan lewat kontak langsung," kata Muhammad Fahri.


Terlebih untuk kasus Pneumonia yang berasal dari negara cina, kata Muhammad Fahri, akan mempelajarinya secara detil. Ia belum mengetahui virus apa yang ditularkan dari penyakit tersebut.


"Bagaimana pun kita tetap antisipasi. Apabila ada Pneumonia berat harus dilaporkan ke kita, sehingga jika penderita tidak sembuh dan terjadi kematian nanti akan kita akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lapangan," katanya.


Oleh karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak cemas tentang adanya penyakit Pneumonia Cina. Terpentingnya masyarakat disarankan untuk waspada serta menjaga kebersihan dan selalu safety dalam bepergian.


"Saya berharap hal ini tidak menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat. Intinya masyarakat harus menjaga kebersihan diri dan cuci tangan pakai sabun, kuncinya disitu saja. Kalau berpergian itu pake masker, dan ini untuk mengantispasi orang yang mau datang dan yang pergi," terangnya.(mad)

Penulis
: Rahmad Santoso
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)