Pemadaman Karlahut di Kecamatan Tambang Terkendala Keterbatasan Alat

1.292 view
Pemadaman Karlahut di Kecamatan Tambang Terkendala Keterbatasan Alat
Mesin pompa air yang rusak menghambat pemadaman kebakaran lahan di Kecamatan Tambang Kampar. (foto: nova rinaldo)
KAMPAR, datariau.com - Tim Karlahut Kabupaten Kampar kewalahan memadamkan api yang membakar lahan di lima desa di Kecamatan Tambang. Keterbatasan alat menjadi kendala.

Ada lima dari 17 desa di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar penyumbang asap karena sejumlah lahan gambut di desa tersebut terbakar. Desa tersebut yakni desa Teluk Kenidai, desa Kualu, desa Tarai Bangun, desa Rimbo Panjang, dan desa Parit Baru.

Berbagai cara telah dilakukan untuk memadamkan sumber api dan kabut asap di daerah tersebut, namun sampai saat ini kabut asap itu semakin pekat karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan juga alat untuk memadamkan api tersebut sangat terbatas.

Menurut Nursal, salah seorang relawan yang tergabung dalam TIm Karlahut itu menyatakan, untuk memadamkan titik api pihaknya tidak dapat bekerja maksimal karena keterbatasan alat pemadaman api seperti mesin pompa air, alat transportasi serta alat penunjang lainnya.

"Memang banyak anggota yang duduk dari pada bekerja karena alat terbatas. Seperti slang pemadam hanya satu dan pompa air juga ngadat agak rusak," ulas Nursal kepada datariau.com, Jumat (18/9/2015).

Dikatakannya, untuk desa Kualu yang banyak terdapat lahan terbakar dan tempat yang berbeda, hanya mempunyai satu mesin pompa air, sementara itu lahan yang akan dipadamkan pada banyak titik, sehingga untuk memadamkannya tidak bisa dilaksanakan sekaligus.

Sementara itu dikatakannya, personil untuk memadamkan api itu cukup banyak, namun tidak berdayaguna karena untuk satu mesin pompa air hanya paling banyak dikerjakan 5 orang, sementara itu relawan lainnya tidak mempunyai kegiatan karena keterbatasan pompa air.

"Begitu juga dengan perlengkapan lainnya seperti sepatu boot, para relawan yang berjuang memadamkan api pada lahan-lahan gambut saat ini kondisi sepatu boot pada rusak termakan api, sehingga menganggu kelancaran dalam menjalan tugas," tuturnya.

Nursal berharap agar instansi terkait dapat memprioritaskan dan memperbanyak alat untuk pemadaman api seperti pompa air, sepatu booth atau perlengkapan lainnya yang diperlukan oleh relawan di lapangan.

"Setidaknya kita bisa saling bahu membahu untuk memadamkan api ini. Semua pihak bisa membantu kita dengan memberikan bantuan perlengkapan untuk memadamkan api," pungkasnya. (nova)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)