Tidak Ada Bom di Masjid Nabawi, Waspada Berita Media Kafir Ingin Menjatuhkan Islam

datariau.com
3.530 view
Tidak Ada Bom di Masjid Nabawi, Waspada Berita Media Kafir Ingin Menjatuhkan Islam
Illustrasi

DATARIAU.COM - Sejak malam tadi hingga saat ini terus bergulir di dunia maya, website, portal berita dan media televisi tetang kehebohan bom bunuh diri di Masjid Nabawi.

Redaksi datariau.com sejak malam tadi juga sudah mencoba mengklarifikasi pemberitaan yang sepertinya sangat cepat tersiar ke penjuru dunia tersebut, bahkan beberapa media online dari Arab Saudi dikunjungi untuk mencari kepastian.

AKan tetapi, dari pemberitaan yang dimuat semua media, tidak ada dilengkapi fakta melainkan hanya mengangkat berita dari gambar dan video yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya.

Kami sendiri tergugah mencari kebenaran berita bom bunuh diri di Masjid Nabawi karena tidak akan mungkin orang-orang berniat jahat bisa mendekati masjid Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tersebut, dan tentu sangat aneh kalau ada bom bunuh diri di sekitar masjid Nabawi yang dikatakan media itu memakan korban jiwa beberapa orang yang sedang berbuka di pelataran masjid Nabi.

Sekian lama menelusuri, tampak tidak ada media online yang bisa dipercaya dalam pemberitaan ada bom bunuh diri di Masjid Nabawi tersebut. Akhirnya redaksi mendapat tulisan langsung dari Masjid Nabawi oleh Ustadz Fathuddin langsung dari Madinah. Berikut kutipan tulisannya yang disempurnakan dalam penyingkatan untuk memudahkan memahami tulisan yang disingkat oleh beliau hafidzahullah.

"Bom Madinah, fitnah apa lagi yang diarahkan kepada umat Islam?

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yang terjadi di Turki beberapa hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah. Semoga Allah melindungi..

Kami yang setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu'takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i'tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki', makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yang terdengar.

Saking jauh dan tidak mengganngunya peristiwa tersebut, shalat Isya dan Tarawih berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung.

Sebab itu saya berkesimpulan: Jangan-jangan mereka gak tahu ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan-pesan singkat masuk ke hp via whatsapp yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.

Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat tarawih 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat tarawih malam yang ke-30 Ramadhan di Masjid Rasul yang sangat dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tidak berubah dari malam-malam sebelumnya.

Saya buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai saya di kamar hotel tempat kami menginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Feeling media dan konspirasi saya benar. Saya lihat pembawa berita live sedang mewawancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah Timur Tengah lainnya via telepon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yang membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahdapi konspirasi tingkat tinggi yang sedang dijalankan oleh kelompok anti-Islam global:

1. Beritanya sangat dibesar-besarkan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dengan saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sudah saling tahu atau tukar informasi sebelum kejadian. Begitu juga dengan kejadian-kejadian bom di wilayah lain di seluruh negeri Muslim.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yang diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yang diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti: Para teroris itu tidak ada agamanya karena mereka berani membom tempat-tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, provokasi dan kebohongan itu mereka dukung dengan tampilan rekayasa gambar dan video kejadian

Saya katankan pada sahabat yang nonton Al-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yang terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian di-zooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang: Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga tewas, karena dari sebelum berbuka sampai shalat Maghrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada di depan gerbang utama Masjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam masjid saking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitnah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dengan menggunakan segala cara keji dan kebohongan.

Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tersebut dalam banyak ayat dan hadits.

Pertanyaanya ialah: Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yang Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tidak akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sedang berhadap-hadapan dengan Allah yang Maha Dahsyat Rekayasa-Nya karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

Hamba-Mu yang berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu

Fathuddin Ja'far.

Penulis
: Riki
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)