Antrean Panjang di SPBU, DPRD Pekanbaru Minta Pemerintah Pastikan Pasokan Aman

datariau.com
75 view
Antrean Panjang di SPBU, DPRD Pekanbaru Minta Pemerintah Pastikan Pasokan Aman
Foto: Endi
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Andry Saputra.

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Andry Saputra, menyoroti fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean BBM terlihat di berbagai titik SPBU, baik untuk jenis Pertalite maupun Solar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM.

Andry Saputra menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai antrean yang cukup panjang, bahkan hingga memakan waktu berjam-jam.

“Fenomena antrean BBM ini harus menjadi perhatian serius. Kita tidak ingin masyarakat dirugikan akibat ketidakpastian pasokan energi,” ujar Andry, Jum'at (1/5/2026).

Baca juga: BBM Bergejolak, Rakyat Menanggung Beban


Ia menjelaskan, dari berbagai informasi yang berkembang, antrean panjang ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti pembatasan pembelian BBM subsidi serta kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa antrean BBM di Pekanbaru memang terjadi di banyak SPBU dalam waktu bersamaan, sehingga menimbulkan persepsi kelangkaan di tengah masyarakat.

Namun demikian, Andry menegaskan bahwa pemerintah dan pihak terkait harus segera memberikan kepastian kepada publik apakah benar terjadi kelangkaan atau hanya persoalan distribusi dan kepanikan masyarakat.

“Kita minta Pertamina dan instansi terkait segera memberikan penjelasan yang transparan. Jangan sampai ini hanya karena distribusi yang tidak merata atau panic buying,” tegasnya.

Baca juga:Cegah Panic Buying, Kapolres Rohil dan Wakil Bupati Turun Langsung Cek Stok BBM dan LPG


Ia juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai ada penimbunan atau penyalahgunaan yang justru memperparah kondisi di lapangan,” tambahnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)