Sudah 3 Hari Jalur Sumbar-Riau Putus, Pedagang Diminta Tidak Manfaatkan Situasi

datariau.com
2.054 view
Sudah 3 Hari Jalur Sumbar-Riau Putus, Pedagang Diminta Tidak Manfaatkan Situasi
doc.

PEKANBARU, datariau.com - Memasuki hari ketiga pasca putusnya jalur distribusi Sumbar- Riau berdampak pada kenaikan beberapa harga komoditas sayuran. Jika ini berlanjut, tidak tertutup kemungkinan harga sayuran yang berasal dari Sumbar lainnya ikut-ikutan naik.

Terkait hal itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Siti Asiyah di sela kegiatan penukaran uang di Car Free Day, Ahad (5/3/2017) meminta pedagang untuk tidak memanfaatkan situasi ini mencari keuntungan sendiri seperti menimbun dan menaikkan harga barang yang berasal dari Sumbar.

"Kita menghimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan putusnya jalur distribusi Sumbar-Riau untuk meraub keuntungan pribadi. Seperti menimbun dan menaikkan harga barang," terang Asti.

Kenaikan harga barang, menurut Asti, berkaitan dengan 3 hal, pertama adalah berapa jumlah stok barang, kemudian berapa kebutuhan harian terhadap barang tersebut, selanjutnya adalah berapa hari perbaikan jalur distribusi hingga bisa diakses.

Untuk itu, selain menghimbau pedagang agar tidak mencari keuntungan sendiri dengan menimbun dan menaikkan harga barang, Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Riau ini juga meminta Pemprov Riau dan Pemprov Sumbar terus berkoordinasi agar mempercepat proses perbaikan putusnya jalur distribusi Sumbar-Riau sesegera mungkin.

"Selain kita meminta kedua pemerintah provinsi untuk berkoordinasi dalam percepatanbperbaikan jalur distribusi Sumbar- Riau, kita juga minta kedua pemerintah provinsi agar berkoordinasi mengenai kelancaran pasokan barang kebutuhan tetap terjaga agar tidak menimbulkan gejolak harga," terang Asti.

Mengenai stok beras, tambah Asti, sesuai informasi dari Bulog Riau, stok beras Riau masih lebih dari 30 ribu ton. Jumlah tersebut mampu mengcover kebutuhan beras Riau hingga 6 bulan kedepan dengan asumsi kebutuhan beras Riau perbulan sebanyak 5 ribu ton.

Editor
: Adi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)