Penjual Bubur Ayam di Pekanbaru Ini Punya Omzet Belasan Juta Sebulan, Ini Rahasianya..

datariau.com
4.246 view
Penjual Bubur Ayam di Pekanbaru Ini Punya Omzet Belasan Juta Sebulan, Ini Rahasianya..
Pedagang bubur Ayam di Pinggir Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru. Sehari-hari, Syahdan berjualan mulai pukul enam hingga setengah 10 pagi. (foto: tribunpekanbaru.com)

PEKANBARU, datariau.com - Jangan memandang orang dari penampilannya. Salah satu yang paling sering rendah dipandang orang adalah pedagang keliling atau di pinggir jalan. Tahukah anda, penghasilan mereka lebih besar daripada karyawan.

Salah satu diantaranya adalah Syahdan. Ia merupakan pedagang bubur Ayam di Pinggir Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru. Sehari-hari, Syahdan berjualan mulai pukul enam hingga setengah 10 pagi.

Para pelanggannya berasal dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga karyawan swasta dan PNS. Dalam sehari, Syahdan mampu meraup omset Rp450 ribu hingga Rp500 ribu. Jika dihitung per bulan, Syahdan bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp15 juta per bulan.

"Untung bersih saya ada sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu dalam sehari," ujarnya beberapa waktu lalu.

Jika dihitung sebulan, Syahdan mendapat untung bersih Rp6 juta hingga Rp7,5 juta. Ternyata, Syahdan bersama sepupunya tak hanya punya satu gerobak, melainkan lima.  Dari semua gerobak tersebut, untung bersih yang mereka dapatkan Rp37,5 juta.

Walau demikian, untuk meraih keberhasilan tersebut ia tidak langsung mendapatkannya seperti memutarbalikkan telapak tangan. Pria bertubuh gempal ini harus berjuang dari bawah hingga menjadi sukses seperti sekarang ini.

Ceritanya, Syahdan yang berasal dari Cilacap, Jawa Barat ini melanjutkan kerja ke Jakarta, setelah menamatkan diri dari SMA. Di ibukota Indonesia itu, Syahdan menjadi karyawan pada sebuah perusahaan swasta.

Hanya bertahan dua tahun, ia memutuskan untuk berhenti bekerja, karena mengaku tidak cocok menjadi anak buah orang lain.

Syahdan pun memutuskan untuk merantau ke Pekanbaru, mengikuti jejak kakaknya berjualan bubur ayam. Bermodalkan penghasilan dari kerja sebelumnya dan di-support oleh sang kakak, Syahdan memulai buka gerai dengan gerobak di Jalan Bukit Barisan.

"Awal saya jualan di sini, belum banyak orang yang beli. Paling hanya satu dua orang sehari. Kejadian itu berlangsung hingga sebulan. Tapi saya tidak putus asa dan yakin orang-orang yang udah belanja pada balik lagi. Alhamdulillah satu-satu, jadi dua dan tiga. Sekarang sudah puluhan orang yang beli sehari. Jam setengah 10 sudah habis," ungkapnya.

Ia mengatakan, kunci utama keberhasilannya adalah keyakinan, percaya diri dan rasa dari bubur yang ia jual. "Kami mengutamakan rasa, walau ketika harga bubur yang kami jual lebih mahal dari penjual lain. Pelanggan masih tetap kembali ke kami," pungkasnya.

Editor
: Windy
Sumber
: Tribunpekanbaru.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)