RENGAT, datariau.com - Seorang pengusaha warnet di Sumber Sari Inhu, Novri mengaku keberatan jika keberadaan warnet dikaitkan dengan kejahatan remaja. Menurutnya, dengan keberadaan warnet ini, bisa meminimalisir kejahatan remaja.
"Kita buka sampai pagi malah, sampai jam 5. Kita pertanyakan kenapa warnet dibawa-bawa, karena regulasi warnet itu belum ada, memang kita sempat rapat dengan camat, membahas regulasi warnet, namun belum putus, akan ada pertemuan lagi," kata Novri kepada datariau.com melalui selulernya, Senin (27/2/2017).
Novri keberatan dengan pemberitaan DataRiau.com dengan judul Judi dan Miras di Pasir Penyu Semakin Menjamur, Aparat Dinilai Masih Tutup Mata, dimana dalam berita itu, selain judi dan miras, keberadaan warnet buka sampai tengah malam juga diresahkan warga.
"Tidak ada diperintahkan warnet dibatasi, masih tahap pembahasan, sampai hari ini belum ada. Kejahatan remaja dikaitkan dengan warnet, tentu kami menilai tidak etis juga.Karenaetika itu (rapat dengan camat) kita sampaikan, kita memang buka sampai pagi, di forum itu buk Nurjanah mengundang kita, kapolsek dan lainnya," bebernya.
Dalam rapat itu, jelas Novri lagi, ada dibahas tentang sekat-sekat di warnet yang rawan menjadi tempat kejahatan, Novri mengatakan warnetnya sekarang tidak pakai sekat, hanya sebagian saja yang disekat.
"Klien (pengunjung) kita tidak hanya anak sekolah saja, anak sekolah maksimal sampai jam 9 malam. Anak pengangguran umpamanya, orangtua tidak peduli dengan keadaannya, kalau kita usir gak tahu kemana perginya, kalau sampai pagi di warnetkan terkontrol, mereka bahkan tidur di warnet," sebut Novri.
Dengan alasan itu, Novri menegaskan bahwa remaja yang ketagihan main di warnet dengan adanya warnet buka sampai pagi, maka para remaja tidak akan kemana-mana, mereka menghabiskan waktu malam dengan bermain game online di warnet hingga terkadang sampai tidur di lantai warnet.
"Kalau dikaitkan warnet dengan kenakalan remaja, peredaran narkoba, kita keberatan. Karena kalau mereka full di warnet, kapan mereka melakukan kejahatan, kita kontrol setiap saat ada operator kita yang menjaga," ujarnya.
Novri sekali lagi menegaskan, bahwa dirinya sebagai pengusaha warnet sangat keberatan jika warnet dikait-kaitkan dengan tindak kejahatan. Sebab, menurutnya, beberapa orangtua juga ada yang menyampaikan bahwa mereka lebih nyaman anaknya bermain di warnet ketimbang berkeliaran tidak tahu tempatnya.
"Orangtua mengatakan anaknya lebih aman di warnet, tidak kemana-mana. Ini saya jelaskan juga, makanya sampai kini belum dikeluarkan regulasi aturan warnet itu, maka saya tegaskan lagi, kita jauh dari kejahatan itu semua," pungkasnya.