Potret Buram Remaja Saat Ini

Oleh : Yuliana, S.Sos
datariau.com
1.084 view
Potret Buram Remaja Saat Ini

DATARIAU.COM - Anak adalah titipan Allah, terutama bagi ayah dan ibunya, namun terkadang banyak diantara kita yang lalai. Layaknya titipan ia adalah sesuatu yang berharga, yang harus dijaga dengan baik karena kelak kita akan ditanya oleh Allah Subahanahu wa Ta'ala.

Saat ini remaja kita dalam keadaan tidak baik-baik saja. Sistem sekular kapitalis tengah mencengkeram negeri ini. Ruang nyaman anak dan remaja telah dirampas paksa, lingkungan mereka sudah tercemari oleh pemikiran yang rusak. Nasib generasi seolah berada pada ketidaknyamanan, tekanan mental, psikologi dan sosial merampas dunia anak-anak yang ceria.

Baru-baru ini sebut saja berita yang menggemparkan kita semua, kebijakan pemerintah dalam penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar. Jelas ini melanggar syariah islam, karena di dalam islam zina hukumnya adalah haram. Remaja seharusnya dibina akidahnya, dijaga fitrah dan kehormatannya, bukan malah diberi kebebasan dalam pergaulan yang tak semestinya, sehingga menghasilkan seks bebas. Bukan tidak mungkin pula timbul permasalahan yang lain, akhirnya generasi tertekan secara mental namun tidak ada solusi yang diberikan oleh negara.

Pada 27 Agustus 2024 seorang pelajar perempuan berusia 14 tahun, tewas tertabrak kereta api di stasiun Lemah Abang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Polisi menemukan secarik kertas yang sengaja dibuat oleh korban sebelum aksi nekatnya. Surat tersebut berisi permohonan maaf kepada ibu kandungnya, juga tertulis nomor handphone sang pacar. Kasus ini sedang diusut tuntas oleh pihak kepolisian, apakah ada hubungannya kematian korban dengan sang pacar yang diketahui berusia 21 tahun tersebut.

Kejadian tragis ini menjadi salah satu contoh potret buram remaja kita. Remaja mudah menjalin hubungan yang tidak semestinya dengan lawan jenis, remaja mudah mengakhiri hidup seolah peran keluarga dan negara tidak lagi berfungsi. Padahal remaja adalah generasi yang harus dilindungi.

Sekularisme melahirkan peradaban yang menafikan peran pencipta dalam berkehidupan, pada saat yang sama pula peradaban ini sangat mengagungkan akal manusia yang lemah dan terbatas. Akhirnya muncullah beragam permasalahan di tengah masyarakat termasuk permasalahan remaja saat ini.

Belum lagi teknologi yang berkembang pesat saat ini, kehadirannya seperti pisau bermata dua, selain sebagai sumber informasi dan komunikasi secara cepat namun juga membawa sisi negatif. Banyaknya konten pornografi mempengaruhi anak dan remaja kita saat ini.

Kasus demi kasus tindak kejahatan menimpa remaja kita saat ini, sudah saatnya kita sebagai keluarga muslim mengambil langkah-langkah untuk pencegahannya, yaitu antara lain:

1. Terapkan kembali aturan islam

Penting bagi keluarga membina tsaqaafah islam sehingga halal-haram menjadi standar kehidupan. Anak-anak diberi tahu apa saja yang haram dilakukan sehingga mereka takut berbuat sesuka hati.

Orang tua hendaknya menjadi teladan bagi anak-anaknya, Al ummu madrasatul ula, wal abu mudiruha. Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya dan ayah adalah kepala sekolahnya.

2. Libatkan masyarakat untuk mencegah semua perbuatan salah remaja

Masyarakat dalam hal ini lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan pergaulan anak, seperti masyarakat yang melihat remaja melakukan zina atau maksiat lainnya, hendaklah mencegah atau menegurnya.

3. Negara harus turut andil mencegah kemaksiatan

Negara seharusnya melindungi remaja dan membuat kebijakan yang menyelamatkan anak dan remaja saat ini, misalnya kebijakan atau undang-undang yang melarang maksiat, zina, judi dan pornografi. Pemberian sanksi yang tegas untuk efek jera.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)