Amalan Terkait Puasa di Siang HarinyaPuasa ini disunnahkan bukan karena kekhususan Nisfu Sya’ban, melainkan karena ia bertepatan dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan kamariyah. Adapun hadis yang spesifik memerintahkan puasa Nisfu Sya’ban di siang harinya adalah hadis palsu sebagaimana keterangan Syaikh Al-Albani dalam kitab Silsilah Adh-Dha’ifah dan beliau berkata: Sanadnya maudhu’ (palsu).
Jangan Masuk Ramadan dengan Membawa Beban
Hati manusia seperti halnya seorang raja. Ia menjadi acuan dari setiap gerak dan aktivitas yang dilakukan manusia. Kalau hatinya baik, maka seluruh aktivitas yang dilakukan manusia juga berujung pada kebaikan. Tapi kalau hatinya buruk, maka hasilnya juga akan buruk. Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dalam diri manusia terdapat segumpal daging di mana kalau ia baik, maka seluruh tubuh manusia juga akan baik, ketahuilah bahwa segumpal daging yang dimaksud adalah hati (jantung).” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hati yang bersih akan mengarahkan manusia pada kebaikan. Ia akan dengan mudah mengerjakan dan menaati perintah Allah. Sebaliknya, hati yang tidak bersih, pasti akan susah menerima kebenaran. Marilah kita bermuhasabah dari hikmah Nisfu Sya’ban ini untuk memperbanyak tobat dan istighfar kepada Allah, agar hati kita bersih menyambut Ramadan tanpa membawa beban yang memberatkan kita dari ketaatan.
Wallahu waliyyut taufiq.***
Penulis: Hasim Ikhwanudin, S.Ars.
Pemurajaah: Ustadz Abu Salman, B.I.S.
Artikel asli:
buletin.muslim.or.id