MEMBUAT MAKAR JAHATSeabrek metode telah diluncurkan oleh Syi’ah, mulai dari yang tercanggih sampai yang paling tradaisional, dalam rangka meluluhlantakan Islam dan kaum muslimin. Kali ini mereka pasang doktrin iblis yaitu teori TAQRIB (pedekatan hubungan) antara kelompok syi’iy dengan sunny (tentu dengan maksud agar syi’ah dapat diterima di kalangan kaum Muslimin. Sesudah itu kaum Muslimin terperangkap dalam ajaran Syi’ah-red).
Ini artinya mereka ingin mencampuradukan antara tauhid dengan syirik, bid’ah dengan sunnah, dan kebenaran dengan kebatilan. Sungguh ini merupakan suatu hal yang mustahil menurut akal apalagi dalil. Maka akan lebih pas jika metode ini kita beri nama doktrin syaitaniyah, karena memang sumbernya dari syetan.
Pertama kali yang memprakarsai gagasan ini bernama Syeikh Muhammad Abu Zahrah At-Tusy[28]. Teori yang sama juga diterapkan oleh sekelompok orang yang mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah. Sehingga secara umum syi’iy dan sunny telah menempuh metode pendekatan ini dengan dua macam cara yaitu pendekatan secara pribadi dan sacara berkompok:
1. Pendekatan Pribadi dari Kalangan yang Mengaku Ahlus Sunnah Diantaranya:
a. Muhammad Abduh.[29]
Dialah orang pertama yang mempropagandakan pemikiran ini, setelah banyak mengadopasi pemikiran-pemikiran sesat dari gurunya yaitu Jamaluddin Al-Irani (al-Afghany) yang berasal dari firqah Syi’ah Rafidhah. Muhammad Abduh dalam pemahamannya banyak menganut dan mengandalkan akal, sehinnga ia lebih dikenal sebagai tokoh aqlaniyun yaitu pendewa akal. Ia pernah belajar di Universits Al-Azhar Mesir. Ia menganut aliran filsafat.[30]. Menurut dia Syi’ah adalah firqah paling perlu untuk diluruskan. Tetapi ucapan ini sebenarnya hanyalah slogan, karena hasil yang ia dapatkan dalam mendekatkan antara Syi’ah dengan ahlus sunnah tidak terbukti sampai sekarang.
b. Mustafa As Siba’i.[31]
Termasuk jajaran tokoh yang menyerukan metode ini, ia kerapkali bahu membahu dengan ulama Syi’ah dalam rangka untuk menyatukan keduanya, baik melalui muktamar atau yang lainnya. Bahkan salah satu metode yang dia pakai dalam rangka mendekatkan antara Syi’ah dengan Sunnah yaitu dengan cara menyebarkan fiqh Syi’ah dalam buku dan kajian dan ziarah ke ulama-ulama Syi’ah. Ini semua jelas menunjukan akan kelabilan aqidah dan manhaj beliau, khususnya dalam masalah al-wala’ dan bara’, karena siapapun orang yang menyimpng dari manhaj yang haq, baik dalam masalah Aqidah, ibadah atau yang lain, maka kita wajib menolaknya.
c. Musa Jarullah.[32]
Di antara usaha Musa Jarullah untuk mendekatkan kedua kelompok ini yaitu dengan pengiriman surat kepada ulama Syi’ah di Najf serta pengingkarannya terhadap peyimpangan Syi’ah dan lain-lain. Akan tetapi tak membuahkan hasil, malahan suratnya dibalas dengan cercaan yang lebih dasyat terhadap dirinya. Akhirnya iapun mengatakan: “Sesungguynya saya hanya ingin mambela kemulian agama dan umat ini”. Kegagalan dakwah Musa Jarullah ini tidak lain kecuali karena ia memakai cara-cara bid’ah yang tidak dikenal oleh Islam. Ini pelajaran. Maka kita tidak boleh mencontohnya. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lain, akan tetapi semuanya tumbang.
2. Pendekatan Jama’iyah (Kolektif)
a. Jama’ah Ukhuwah Islamiyah
Jama’ah ini didirikan pada tahun 1937M di Mesir, dipimpin oleh seorang kebatinan yang mengaku beraliran Syi’ah Ismailiyah. Ia bernama Muhammad Hasan al-A’dzamy berasal dari India, ia menyembunyikan ke-syi’ahannya, dengan tujuan untuk menyatukan antara syi’iy dengan sunny, padahal sebanarnya ia ingin menyebarkan paham kebatinannya yang sesat. Ia pernah mengatakan: “Jawabanku kepada orang yang bertanya kepadaku ‘apa madzhab-mu’, maka aku jawab: saya muslim”. Ini adalah perkataan yang dimaksudkan untuk kebatilan dan untuk membenarkan kesesatan Syi’ah yang terlaknat itu.
b. Darul Inshaf
Dirikan pada tahun 1366H oleh Hasyim Daftardar dan Muhammad Za’by. Di antara langkah kongkrit mereka adalah taqrib (mendekatkan) beberapa madzhab menjadi satu madzhab Islam, berpusat di Mesir. Dalam kitab “Islam bainas Syi’ah was Sunnah” meraka mengatakan: bahwa Rafidhah adalah orang yang membenci sahabat sedangkan Syi’ah adalah orang yang mencintai dan ridha kepada mereka. Penyimpangan kelompok ini adalah karena mereka membedakan antara Syi’ah dan Rafidhah, padahal hakekatanya adalah sama, seperti yang dinyatakan oleh para ulama Syi’ah [Lihat kitab, Tasyayyu’ Dzahirah Thabi’iyah hal :78]
c. Darut Taqrib Bainal Madzahibil Islamiyah
Jama’ah ini dipelopori oleh ulama Rafidhah yang bernama Muhammad Taqiyul Qumy pada tahun 1364H di Kairo. Hampir sepertiga ulama Mesir waktu itu menyambut gerakan ini. Misi organisasi ini adalah ingin menyatukan seluruh madzab Islam menjadi satu kelompok atau madzhab.
Dan masih banyak kelompok lainnya yang mengupayakan persatuan, namun tak satupun yang berhasil, karena Allah tidak meridhai cara-cara mereka. Sehingga semuanya berakhir dengan kegagala dan penderitaan.
Demikianlah beberapa strategi dan langkah kaum Syi’ah untuk menyesatkan kaum Muslimin dan untuk menjajakan agama mereka supaya diterima umat Islam.
Pada gilirannya, setelah kaum Muslimin menerima dan membenarkan agama syi’ah, maka mereka akan ditarik masuk ke dalam agama syi’ah dengan rayuan-rayuan menariknya.
Semoga kita tetap mewaspadai gerakan mereka. Apalagi kini dengan gencarnya, kaum Syi’ah dunia maupun kaum Syi’ah Indonesia menyatakan diri sebagai pecinta Ahli Bait, dengan membuat nama perkumpulan seperti IJABI.
Padahal hakikatnya mereka pembenci Ahli Bait, namun diselubungi aqidah mereka, yaitu taqiyah. Waspadalah. Wallahu Waliyyu at-Taufiq.
Maraji’:
1. Mas’alatut-Taqrib Baina Ahlis Sunnah was Syi’ah (DR.Nashir bin Abdillah bin Ali al-Qifary)
2. Ushul Madzhabis Syi’ah (DR.Nashir bin Abdillah bin Ali al-Qifary)
3. Kitab al-Imamah war Rad ‘ala Rafidhah Al-Hafidz Abu Nu’im al-Asbahany
_______
Footnote
[1]. Adapun perkataan tiap-tiap kelompok bahwa segala urusan kelompok umat harus ada imam yang di taati, maka ini adalah perkataan tanpa dalil, hanya omong kosong, serta mengharuskan sesuatu yang tidak harus. (dakwah ilallah baina tajammuil hizby wa taawunis syar’iy hal:90)
[2]. Seperti yang di katakan oleh al-Kulainy dalam kitabnya al-Kafi (1/67) dari Abi Ja’far. (Lihat Masalatut-Taqrib Bainas-Sunnah was Syi’ah oleh DR. Nashir Ibnu Abdillah bin Ali al-Qifary: 1/321
[3]. Yaitu Muhammad Jawad Mughniyah dalam kitabnya, Syi’ah fil mizan, hal:48.
[4]. Ia adalah ulama Syi’ah, ia mengatakan hal itu dalam kitabnya Al-Kafi 2/371, 372 dan 218. (dinukil oleh Syeikh al-Qifari di kitab Mas’alatut Taqrib hal 331)
[5]. Dinukil oleh Syeikh al-Qifary (di kitab yang sama hal: 333), dari yang diriwayatkan oleh al-Kulainy dalam kitabnya al-Kafy 2/219 dari Abi Ja’far.
[6]. Dinukil oleh Syeikh al-Qifary (dalam kitab yang sama hal: 340 dari kitab Al-mufid hal: 51)
[7]. Al-Mufid (tokoh Syi’ah) dalam: Awa’il al-Maqalat hal 51. Dinukil Syeikhh Al-Qifari di kitab Mas’alatut Taqrib 1/341
[8]. Sikap berlebih-lebihan yang dilarang dalang Islam (red)