Oleh: Ahmad Hamiddin as-Sidawi

Strategi Syiah Untuk Meruntuhkan Islam dan Kaum Muslimin

Datariau.com
3.322 view
Strategi Syiah Untuk Meruntuhkan Islam dan Kaum Muslimin

MENGKAFIRAN KAUM MUSLIM

1. Pengkafiran Mereka Terhadap Sahabat dan Ahlu Bait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Banyak kitab Sy’iah yang penuh dengan laknat dan pengkafiran terhadap orang yang sudah diridhai dan dijamin masuk surga oleh Allah, baik dari kalangan muhajirin maupun anshar, Ahlu Badr, Ahlu Bai’atir Ridwan serta semua Sahabat kecuali hanya sedikit saja yang tidak mereka kafirkan, yang hampir bisa dihitung dengan jari.

Ibnu Taimiyah berkata: ”Seseungggunya Syi’ah Rafidhah mengatakan: “Sesunggunya kaum Muhajirin dan Anshar menyembunyikan nash-nash sehingga mereka kafir kecuali hanya sedikit saja, lebih dari 10 orang dan sesungguhnya Abu Bakar, Umar dan semisal keduanya adalah orang munafik, yang sebelumnya adalah iman kemudian kafir.”[12]

Terdapat dalam Kitab Syi’ah Istna ‘Asyariyah yang mengatakan: “Sesungguhnya para sahabat, dikarenakan mereka telah membai’at Abu Bakar, maka semuanya menjadi kafir kecuali tiga orang” dan dalam riwayat lain mereka menambahkan tiga atau empat, yaitu di masa khalifah Ali sehingga seluruhnya menjadi tujuh.”[13]

Dari Hinan bin Sadir (tokoh syi’ah) dari bapaknya dari Abu Ja’far, ia berkata: “Semua manusia menjadi kafir setalah meninggalnya nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali tiga orang yaitu: Miqdad bin Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman al-Farisi.”[14]

Al-Majlisi (seorang tokoh besar dan guru Syi’ah) berkata: Barangsiapa yag tidak berlepas diri dari Abu Bakar, Umar dan Utsman maka ia adalah musuh kami walapun ia sangat mencintai Ali.[15]

Inilah bukti kuat pengkafiran mereka terhadap para sahabat dan kaum muslimin pada umumnya. Ini adalah ucapan para pembesar Syi’ah (termuat dalam buku-buku mereka sendiri), sehingga tidak mungkin untuk dipungkiri oleh sipapun, dengan dalih apapun.

Padahal tuduhan kafir tersebut sebenarnya telah berbalik total kepada mereka sendiri, sebab pengakafiran mereka hanya berdasarkan nafsu belaka.

Lebih dari itu mereka juga mengkafirkan sebagian dari Ahli Bait Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa sallam, seperti paman Nabi yaitu Al-Abbas dan penerjemah ulung al-Qur’an yaitu Abdullah bin Abbas.

Orang Syi’ah menganggapnya kerdil dan bodoh, sebagaimana yang termaktub dalam kitab-kitab mereka yang sesat.[16].

Selain itu, mereka juga mendoakan laknat untuk Ahlul Bait, sebagaimana yang termaktub dalam kitab Rijal al-Kusyi, do’anya adalah “Ya Allah laknatlah bani Fulan dan Fulan, butakan kedua matanya, sebagaimana engkau butakan kedua hatinya, dan jadikanlah kematian hati manusia sebagai tanda kematian kedua hatinya.”[17]. Lalu tokoh mereka Hasan Mustafa mengatakan, “keduanya adalah Abdullah bin Abbas dan Ubaidillah bin Abbas.”

Maka lihatlah bagaimana mereka menganggap generasi termulia sesudah Nabinya menjadi seperti iblis atau seperti Abu Jahal hingga berani mengkafirkan mereka. Padahal dengan celaan mereka terhadap Sahabat saja, sudah berarti mencela Nabi dan Islam. Cukuplah bagi kita untuk menepis kebatilan mereka yang bertumpuk-tumpuk ini, dengan membacakan hadits kepada mereka tentang keutamaan sahabat.

Dari Abi Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Janganlah kalian mencelah sahabatku, karena seandainya kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan dapat menyamai dari kebaikan mereka (walaupun) satu mud atau setangahnya.[18]

2. Pengkafiran Mereka Terhadap Khalifah dan Pemerintahan Islam Serta Menghukuminya Sebagai Negara Kafir

Menurut Syi’ah Itsna’ Asyariyah bahwa semua pemerintahan selain pemerintahan Itsna’asyaryah adalah batil, dan penguasanya adalah thaghut. Barangsiapa yang berbai’at kepadanya tak ubahnya seperti orang yang membai’at thaghut. Mereka berpendapat bahwa semua khalifah selain Ali dan Hasan adalah thaghut, sekalipun mereka menyeru kepada kebenaran.[19]

Al-Majlisi mengatakan: “Bahwa Khulafa’ur Rasyidin adalah para perampas yang murtad dari Islam, semoga Allah melaknat mereka dan orang yang mengikuti mereka karena mereka mendzalimi Ahlul Bait dari awal hingga akhir.” [20]

Dan dari Abu Basyir ia berkata: “Sesungguhnya penduduk Makkah telah kafir kepada Allah dengan nyata dan sesungguhnya penduduk Madinah tujuh puluh kali lipat lebih jelek di banding penduduk Makkah.”[21]

Sedangkan di masa Ja’far bin Shadiq, Syi’ah Rafidhah juga mengatakan: “Penduduk Syam lebih jelek daripada penduduk Romawi[22] dan penduduk Madinah tujuh puluh kali lebih jelek dari penduduk Makkah, sedangkan peduduk Makkah telah kafir dengan nyata.”[23]

Demikianlah ucapan ulama Syi’ah, begitu kotor dan keji, seakan-akan mereka seperti orang yang kehilangan akal mereka, alias seperti orang gila; entah gila singgasana, gila hormat, atau gila harta.

Orang Syi’ah memang identik dengan kekerasan, selalu menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan walau dengan kudeta asal menang, meskipun harus memangsa kaum Muslimin. Jelas ini adalah teori syetan yang ingin menuhankan dirinya seperti Fir’aun. Kemudian di antara kebiasaan keji orang-orang Syi’ah yang lain, adalah mencerca nagara muslim serta mengkafirkan mereka. Apalagi negara yang iltizam (berpegang) dengan hukum Islam dan banyak menerapkan sunnah Rusululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5. Mengkafirkan Para Qadhi (Hakim) Kaum Muslimin

Orang Syi’ah menganggap seluruh qadhi kaum muslimin kafir, penghasilan mereka dianggap haram, orang yang memakan penghasilan mereka dianggap seperti orang yang memakan makanan haram begitu pula hukum mereka adalah hukum syetan, siapa yang kerhukum kepada mereka, maka dianggap seperti berhukum kepada thaghut dan siapa yang kembali kepada mereka dalam urusan agama dianggap seperti kembali kepada thaghut sekalipun ia berhukum atau kembali dalam masalah kebaikan dan kebanaran. Mereka berdalil dengan ayat:

"Mereka hendak berhakim kepada thagut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari terhadap thagut itu." [An-Nisa’: 60]

Kalau mereka berdalil dalam masalah ini dengan ayat di atas, maka hal itu jelas merapukan bukti akan kedunguan dan kesesatan mereka yang nyata.[24]

6. Mengkafirkan Ulama Islam

Dalam sebuah riwayat “Dari Harun bin Kharijah, ia berkata: Aku berkata kepada Abu Abdillah: kami ingin mendatangi para penyeleweng itu,[25] kami ingin mendengar hadits dari mereka untuk kami jadikan bantahan terhadap mereka. Lalu Abu Abdillah mengatakan: Janganlah kalian mendatangi dan mendengarkan mereka, karena mereka dan agama mereka telah di laknat oleh Allah.”[26] Inilah bukti falid bahwa orang Syi’ah telah mengkafirkan ulama-ulama kita.

Kalau keadaan Syi’ah dahulu sudah sebobrok ini, padahal mereka mengaku masih menaruh cintah kepada Ahlul Bait dan mengakui Ali sebagai khalifah, bagaimana halnya dengan sekarang, tidak ragu lagi tentu akan lebih jauh dan menyaimpang.

8. Mereka Mengkafirkan Seluruh Umat

Lebih dari itu, sesunggunya orang Syi’ah telah mengkafirkan umat ini secara keselurusn. Seperti yang terbongkar dalam kitab-kitab mereka. Bahkan mereka menganggap orang muslim sebagai orang yang murtad dari Islam, hanya untuk membela kesesatan mereka sendiri, seperti pengikut Musailamah al-Kadzdzab, dan pengekor aliran zindiq, di antaranya Mukhtar bin Abu Ubaid, Nashir at- Tushy, tentara dajjal seperti Jabir al-Ja’fy, Zurarah bin A’yun serta pembunuh Umar bin Khattab yaitu Abu lu’lu’ al-Majusyi.

Dalam suatu riyawat, tatkala meraka mendatangi sahabat Ali mereka berkata: “Semoga Allah melaknat orang yang menyelisihi engkau, mendustakan engkau, mendzalimi engkau, semoga Allah melaknat umat yang menentangmu, yang merendahkan engkau, segala puji bagi Allah yang menjadikan neraka sebagai tempat kembali mereka. Ya Allah laknatlah semua thaghut, Latta dan Uzza. Ya Allah laknatlah semua manusia, pengikut mereka, wali-wali mereka, penolong mereka dengan laknat yang besar.

Dari sini jelaslah, bahwa Syi’ah tidak meninggalkan seorangpun dari umat Muhammad ini kecuali mereka laknat dan meraka kafirkan seenaknya, tanpa sehelai rambutpun dari kebenaran yang mereka jadikan hujjah atasnya.

Sungguh, alangkah bodohnya orang Syi’ah, alangka sesatnya mereka, tatkala mentafsirkan ayat ini[27] hanya untuk kelompok mereka. Coba kalau mereka kita tanya, mana dalil-mu?! Apa bukti-mu?!, pasti mereka tidak akan bisa menjawab.

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya: Dalam ayat ini terdapat celaan secara umum bagi orang yang menyimpang dari berhukum kepda selain al-Qur’an dan Sunnah”. (Tafsir Ibnu Katsir: 1/678).

Lalu atas dasar apa mereka lancang mengkafirkan para qadhi kaum muslimin, para sahabat, bahkan seluruh umat ini?!! apa hujah mereka.?!!. Tidak ada.
Tag:Syiah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)