Saat Ekonomi Sulit, Banyak Saudara Kita Menahan Lapar, Bantulah Mereka yang Tidak Meminta-minta

datariau.com
3.608 view
Saat Ekonomi Sulit, Banyak Saudara Kita Menahan Lapar, Bantulah Mereka yang Tidak Meminta-minta

Peka Terhadap Sesama


Inilah yang sering kita lupakan.

Kita berkata:

"Kalau dia butuh, kenapa tidak minta?"

Pertanyaan itu seharusnya dibalik:

"Kalau kita tahu dia membutuhkan, mengapa harus menunggu dia meminta?"

Bukankah kita memiliki mata untuk melihat?

Bukankah kita memiliki hati untuk merasakan?

Bukankah kita memiliki rezeki untuk berbagi?

Jika Allah Ta'ala memberikan kita kelapangan, jangan tunggu saudara kita sampai berada di titik paling rendah sebelum kita mengulurkan tangan.

Bantu mereka ketika mereka masih berusaha mempertahankan kehormatannya.

Bantu tanpa membuat mereka merasa rendah.

Bantu tanpa memamerkan bantuan.

Bantu tanpa mengungkit.

Bantu tanpa menunggu ucapan terima kasih.

Jika mengetahui seseorang sedang kesulitan, tidak selalu harus berkata:

"Ini uang untuk kamu."

Kadang cara yang lebih halus justru lebih menjaga perasaannya.

Belilah dagangannya.

Jika ia memiliki usaha kecil, bantu promosikan.

Jika ia membutuhkan modal, bantu modal usaha.

Jika anaknya kesulitan sekolah, bantu biaya pendidikannya.

Jika keluarganya membutuhkan makanan, kirimkan bahan pokok.

Jika sedang sakit, bantu biaya pengobatan.

Jika kehilangan pekerjaan, bantu mencarikan pekerjaan.

Jika sedang terlilit kebutuhan mendesak, ringankan sebisanya.

Dengan begitu, kita tidak sekadar memberikan uang.

Kita sedang menjaga kehormatan seorang Muslim.

Jangan Remehkan Sedekah yang Menurut Kita Kecil

Tidak semua orang mampu memberikan jutaan rupiah.

Tidak masalah.

Sedekah tidak harus menunggu kita kaya.

Jika mampu memberikan Rp100 ribu, berikan.

Jika hanya mampu Rp50 ribu, berikan.

Jika hanya mampu membeli makanan untuk satu keluarga, lakukan.

Jika tidak mampu dengan uang, bantulah dengan tenaga.

Jika tidak mampu dengan tenaga, bantu dengan pekerjaan.

Jika tidak mampu membantu secara materi, mungkin kita bisa menjadi penghubung agar orang yang membutuhkan bertemu dengan orang yang mampu membantu.

Yang penting jangan menganggap kecil sebuah kebaikan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) separuh kurma." Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Separuh kurma.

Bukan sesuatu yang besar.

Tetapi ketika diberikan dengan keikhlasan, kebaikan tersebut tidak dianggap remeh.

Jangan Sampai Kita Kaya di Mata Manusia, tetapi Miskin di Hadapan Allah

Ada orang yang sangat takut hartanya berkurang ketika bersedekah.

Padahal harta yang kita miliki pada akhirnya akan kita tinggalkan.

Rumah akan ditinggalkan.

Kendaraan akan ditinggalkan.

Tabungan akan ditinggalkan.

Perhiasan akan ditinggalkan.

Jabatan akan ditinggalkan.

Yang kita bawa hanyalah amal.

Karena itu, jangan sampai kita terlalu sibuk mengumpulkan harta tetapi lupa mengumpulkan bekal akhirat.

Allah Ta'ala berfirman:

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui. (QS. Ali Imran: 92)

Ayat ini seharusnya menggugah hati kita.

Apa yang paling kita cintai?

Dan seberapa rela kita melepaskannya demi mencari ridha Allah Ta'ala?

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)