Nasehat Ustadz Yazid: Rusaknya Dakwah Karena Donasi

datariau.com
10.454 view
Nasehat Ustadz Yazid: Rusaknya Dakwah Karena Donasi
Foto: Screenshot Youtube / MIAH Bogor
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

DATARIAU.COM - Belakangan ini Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas -hafizahullah- sedang gencar-gencarnya membahas mengenai donasi. Dilihat dari Channel YouTube Masjid Imam Ahmad bin Hambal dengan nama akun MIAH Bogor yang memiliki 48 ribu lebih subscriber, menayangkan beberapa video kajian Ustadz Yazid berkaitan donasi.

Bahkan, dari video-video yang tersebar di media sosial tentang nasehat Ustadz Yazid berkaitan donasi menimbulkan perdebatan, bahkan langsung sampai kepada Ustadz Yazid ada beberapa pihak yang mendebat terkait fenomena donasi tersebut.

Ustadz Yazid kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan dan perdebatan yang terjadi, dimana ada beberapa pihak yang kepanasan saat Ustadz Yazid menasehati terkait terlarangnya donasi.

Dilihat datariau.com dalam ceramah Ustadz Yazid di akun Youtube MIAH Bogor, dengan judul Salah Paham Tentang Donasi dan Sedekah, sejak diupload pada 01 Maret 2022 hingga hari ini Kamis (10/3/2022) video berdurasi 29 menit 40 detik itu sudah ditonton 13.974 kali. [Videonya ada di akhir berita ini]

Baca juga: Putra Kesepuluh Ustadz Yazid Jawas Juara Hafalan Hadits Nabawi, Wakili Indonesia Tingkat Asia Pasifik


Ustadz Yazid menekankan bahwa dirinya tidaklah melarang sedekah dan taawuniyah atau tolong monolong, sebab Ustadz Yazid pun sudah menulis buku berkaitan keutamaan sedekah.

Namun yang jadi persoalan adalah fenomena umat saat ini terutama dalam dakwah, sibuk dengan donasi bahkan ada panitia khusus yang mengurusi donasi. Ada tabligh akbar buka donasi untuk biaya ustadz, ada juga yang buka donasi untuk membantu dakwah ustadz, padahal Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dahulunya berdakwah karena Allah, tidak mencari uang dari umat.

Rasulullah dahulu tidak meminta upah dari umatnya, ada orang mampu kemudian membantu dakwah, seperti Sahabat Rasulullah Abu Bakar Siddik yang hartanya tidak habis-habis karena membantu jalan dakwah Rasulullah, bahkan disebutkan bahwa tidak ada yang paling bermanfaat hartanya kecuali Abu Bakar.

Seperti itu orang membantu dakwah di zaman Rasulullah, tidak ada penggalangan dana dan donasi, semua yang berharta sadar diri kemudian masing-masing membantu jalan dakwah.

Sementara di zaman sekarang, ada sekelompok orang malahan makan dari donasi, Ustadz Yazid dalam video itu menegaskan apa yang diucapkan bukanlah karangan dan tuduhan semata, melainkan fakta dan realita yang terjadi saat ini di tengah-tengah umat.

"Apa enak makan dari jerih payah orang lain, gak nikmat, seorang muslim makan dengan jerih payah sendiri, bukan dari uang orang dikumpulkan seperti sekarang ini. Stop donasi, ada yang perlu kita bantu masing-masing saja, tahu dirinya bahwa dirinya pantas sedekah," tegas Ustadz Yazid dalam ceramahnya.

Bahkan Ustadz Yazid mengatakan dari realita di lapangan yang dia perhatikan, bahwa orang-rang yang sibuk mengumpulkan donasi itu para pengangguran, mereka mencari kehidupan dari donasi tersebut sampai membuat yayasan, kemudian keluarga sanak famili menjadi pengurus yayasan, mereka memberi makan keluarganya dengan uang dari donasi umat.

"Sedekah taawun boleh tapi masing-masing, tidak dikumpulkan orang, orang susah wajib kita bantu tapi bukan dengan donasi. Ini sebagian ustadz-ustadz ada yang membantah karena hidupnya dari donasi, ustadz-nya panas. Tabligh akbar bikin donasi, gak boleh seperti itu," kata Ustadz Yazid menasehati.

Baca juga: Tiga Perkara Ini yang Membuat Kita Merasakan Manisnya Iman


Ustadz Yazid juga mengingatkan agar kaum muslimin menyibukkan diri dengan menuntut ilmu, takut kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala jangan bermudah-mudah memakan harta kaum muslimin lainnya dengan embel-embel donasi, setiap muslim wajib bekerja untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarga, mencari nafkah yang halal, tidak meminta-minta kepada manusia.

"Memakan harta kaum muslimin haram, kita harus cari nafkah tiap hari, tidak minta-minta terhadap manusia. Lihat sekarang gampang-gampang kirim WA donasi, itu masalah bikin jelek dakwah, nanti tak ada donasi minta salurkan riba anda, la haula wala quwwata, ini ada, ada rekeningnya. Padahal Allah melaknat yang memakan riba, ini memberikan kesempatan kepada pelaku riba," tegas Ustadz Yazid.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)