Dalil Meninggal Karena Covid Itu Syahid

Admin
303 view
Dalil Meninggal Karena Covid Itu Syahid
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Siapa yang meninggal dunia disebabkan virus, kita berharap semoga dia mati syahid dari dua sisi:

Sisi pertama: Virus ini merusak paru-paru. Kalau dia meninggal dunia disebabkan karena itu, maka matinya diikutkan dengan kematian karena paru-paru.

Bahkan ia lebih berat lagi. Karena penyakit السُل (Tuberculosis) adalah luka di paru-paru.

Sementara Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: (السل شهادة) ”Orang yang mati karena paru-paru itu syahid.” HR. Thabrani dari hadits Salman, dan Abu Syekh dari hadits Abu Ubadah dinyatakan shahih oleh Albani dalam ‘Shahih Al-Jami’’ disebutkan juga oleh Ahmad dari hadits Rosyid bin Hubaisy.

Begitu juga dilakukan oleh Al-Hafidz di kitab Al-Fath (Barie). Al-Hafidz mengatakan: “Dan ia juga ada hadits Rosyid bin Hubaisy semisalnya. Di dalamnya ada (والسِل = wa as-siil) dengan dikasroh ringan dan ditasydid huruf lamnya, selesai dari Fathul Barie, (6/43).

Sementara hadits Rosyid bin Hubaisy di Ahmad, (15998):

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam masuk mengunjungi Ubadah bin Shomit waktu beliau sakit, beliau Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Apakah kamu semua mengetahui siapakah yang mati syahid dari kalangan umatku? Orang-orang pada diam, sementara Ubadah mengatakan, tolong sandarkan saya, maka orang-orang menyandarkannya.

Dan mengatakan, “Wahai Rasulullah orang yang bersabar dan mengharap (pahala).

Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya orang yang mati syahid kalau begitu sedikit dari umatku. Orang yang meninggal di jalan Allah Azza wa Jalla syahid, orang yang terkena tho’un (wabah) mati syahid, orang yang tenggelam mati syahid, orang yang meninggal karena sakit dalam perut syahid, orang yang meninggal karena nifas karena anaknya mengeluarkan ari-arinya menuju ke surga. Berkata Abu Uwanah menambahi penunggu Baitul maqdis, orang terbakar dan terkena banjir (tenggelam).

Kedua: Ketika dikarenakan rusaknya liver atau ginjal dan meninggal karena hal itu. Maka ia termasuk mati syahid karena sakit di perut. Sementara Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Orang yang mati syahid itu ada lima, orang yang terkena to’un, terkena penyakit yang ada dalam perut, tenggelam, orang yang tertimpa bangunan, dan orang mati syahid di jalan Allah. [HR. Bukhori, (2829) dan Muslim, (1914)]

Nawawi rahimahullah dalam penjelasan shahih Muslim mengatakan “Sementara (Mabtun) adalah pemilik sakit yang ada di perut. Yaitu mencret. Qodhi mengatakan, “dikatakan yaitu orang yang kemasukan air dan perutnya membesar. Dikatakan, “Adalah orang yang mengaduh kesakitan perutnya.

Dikatakan, “Yaitu orang yang mati karena penyakit yang ada dalam perut secara umum” Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya yang teksnya seperti ini,”

Telah ada dalam hadits bahwa orang yang sakit di perutnya (Mabtun) adalah mati syahid, apa arti dari kata ‘Mabtun’ apakah hal itu termasuk orang yang mati karena rusak livernya? Maka beliau menjawab, “(المبطون) Kata ‘Mabtun’, ahli ilmu mengatakan, “orang yang mati karena sakit yang ada dalam perutnya. Yang nampak sejenisnya adalah orang yang mati disebabkan usus buntu, karena ia termasuk penyakit dalam perut yang dapat mematikan. Bisa juga orang yang mati kerusakan livernya karena ia termasuk penyakit dalam perut yang ganas.

Kesimpulannya, bahwa orang yang mati karena virus ini, berharap semoga dia mati syahid. Kita memohon kepada Allah agar mengangkat bencana dan wabah ini dan semoga kita dan orang-orang Islam diberikan kesehatan. Wallahua’lam

Baca artikel asli: almanhaj.or.id