DATARIAU.COM - Fenomena yang kini jadi pembicaraan luas di tengah masyarakat, kemunculan sekelompok pria yang mengalami kelainan mental alias bencong, ingin berpenampilan perempuan. Jika dulunya bencong identik ingin menjadi cewek seksi, namun kali ini kelompok orang-orang sakit tersebut malah ingin berpenampilan muslimah shalihah, berhijab.
Komunitas pria sakit yang berobsesi ingin jadi perempuan ini, menamakan diri dengan Cross Hijabers dengan cara berpenampilan akhwat syar'i, pakai hijab dan cadar, kemudian masuk ke daerah khusus perempuan seperti toilet wanita, dan kelakuan mereka ini hanya semata-mata iseng karena kelainan mental tersebut, dan tentunya sangat mengganggu para wanita di areal khusus tersebut.
Nah, bagi wanita bercadar, kelakuan konyol dan bodoh para pria sakit ini tak akan mampu menipu. Wanita bercadar pada umumnya mereka mengenakkan pakaian syar'i karena sudah berilmu, kecuali wanita yang bercadar ikut-ikutan tren, dan itu pun bisa diketahui dari cara mengenakkan cadarnya.
Berikut tanda-tanda wanita bercadar syar'i:
1. Ramah sesama wanita
Wanita bercadar yang berilmu akan ramah kepada siapa saja, bukan hanya sesama wanita bercadar melainkan juga kepada setiap orang yang berpapasan dengannya. Tidak segan-segan menyapa dengan ucapan Assalamualaikum, bahkan berjabat tangan dengan sesama wanita, baik wanita berjilbab maupun wanita yang belum berjilbab.
Nah, dalam kondisi seperti ini, wanita bercadar tak akan mampu ditipu para Cross Hijaber, saat disapa dan diajak berbincang, ternyata suaranya laki-laki, maka tak akan ada jabat tangan, mungkin akan berujung si pria berhijab itu jadi bulan-bulanan masa.
2. Tidak mengangkat suara
Wanita bercadar ataupun seorang muslimah yang berilmu, tidak akan bersorak-sorak maupun tertawa "cengengesan" di tempat umum. Suara mereka akan terdengar dari jarak dekat saja. Maka ketika ada perempuan bercadar namun tertawa terbahak-bahak ataupun berbicara dengan suara diangkat hingga terdengar semua orang di tempat umum, jelas ini bukan seorang wanita berilmu. Dari sini bisa kita simpulkan, tak mungkin seorang wanita syari menjadi penyanyi ataupun artis. Juga tak mungkin seorang akhwat bercadar yang berilmu, turun ke jalan teriak-teriak ikut demo.
3. Membuka cadar saat di areal khusus wanita
Wanita bercadar, saat berada di areal khusus wanita akan membuka cadarnya. Seumpama saat masuk ke toilet khusus perempuan, akhwat akan masuk ke sana dengan menyapa wanita kemudian membuka cadarnya. Nah, jika ada orang pakai cadar masuk toilet khusus wanita namun tidak membuka cadar ataupun tidak bersuara, perlu dicurigai jangan-jangan dia makhluk "asral" pria sakit yang pakai hijab tadi.
Wanita bercadar juga membuka cadar mereka jika berkumpul dengan sesama wanita maupun mahromnya, seperti di tempat pengajian yang ada pembatas antara laki-laki dan perempuan, jika ada yang tidak buka cadar, pertanyakan jangan-jangan dia laki-laki.
4. Wanita bercadar tidak narsis
Ada yang melihat wanita bercadar tapi sibuk ceklas ceklis di tempat umum? Kemudian diupload ke media sosial? Nah ini dipastikan akhwat tersebut belum memiliki ilmu dan masih ikut-ikut tren pakaian syari. Bisa jadi itu pria pakai cadar lagi narsis-narsis buat nipu orang di media sosial.
5. Hijab untuk menutup kecantikan bukan untuk cantik
Seorang muslimah menggunakan pakaian syari untuk menutupi kecantikannya, bukan malah untuk terlihat cantik. Maka sangat aneh saat ada yang menempeli hijabnya dengan pernak pernik dan asesoris agar terlihat cantik dan imut-imut. Dipastikan akhwat yang masih banyak pernak pernik di hijabnya, ini seorang yang belum berilmu, atau mungkin dia pria Cross Hijaber tadi. Nah, lo..
6. Tidak berbaur dengan laki-laki
Seorang muslimah yang berilmu, membatasi dirinya bergaul hanya dengan sesama perempuan saja, tidak ada ceritanya nongkrong-nongkrong sama laki-laki, chating di sosmed sama laki-laki, sangat menjaga diri dari berkhalwat (berdua-duaan laki/perempuan) maupun ikhtilat (campur baur laki/perempuan).
7. Tidak curhat di media sosial
Jika kamu temukan akun media sosial dengan namanya identik akhwat muslimah, namun statusnya curhatan hati, ini dipastikan pemilik akun bukan seorang yang berilmu.
Muslimah yang berilmu menggunakan sosial media sekedar untuk dakwah ataupun untuk usaha/online shop. Nah kalau ada media sosial upload wanita bercadar narsis, upload status curahan hati, upload foto laki maupun foto anak-anaknya, dipastikan ini akhwat belum berilmu tentang hal tersebut. Juga bisa dicurigai itu fake akun alias akun palsu.
Demikian ciri-ciri muslimah bercadar maupun berpakaian syari yang berilmu. Semoga yang masih ikut-ikutan berpakaian syari, bisa menggali ilmu tentang fiqh wanita, sehingga tidak salah dalam berpenampilan dan berhijabnya dia berpahala karena dihitung ibadah. (aht)