3 Doa Untuk Berlindung dari Wabah dan Penyakit Mengerikan

Datariau.com
186 view
3 Doa Untuk Berlindung dari Wabah dan Penyakit Mengerikan

DATARIAU.COM - Selama musim wabah pandemi ini, kita perlu menempuh sebab syar’i dan sebab kauniy untuk menjaga diri dari wabah. Contoh dari sebab kauniy adalah menjaga protokol kesehatan dan menjaga imunitas dengan pola hidup yang sehat.

Sedangkan contoh dari sebab syar’i adalah dengan menempuh sebab yang salah satunya dengan membaca doa dan zikir perlindungan dari wabah dan penyakit yang mengerikan.

Ada banyak doa dan zikir terkait hal ini. Kami akan menyebutkan tiga doa dan zikir yang ringkas dan mudah dihapal disertai penjelasannya agar lebih memahami makna dan menjiwai ketika membacanya.

Doa pertama

اَللَهُمَ إِنِي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ وَالجُذَامِ وَمِن سَيِئِ الأَسقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit kulit belang, penyakit gila, penyakit lepra, dan penyakit yang (berakibat) buruk” (HR. ‘Abdurrazaq no. 19634).

Doa kedua

اللَهُم جَنبنِي مُنكَرَاتِ اَلأَخلَاقِ وَالأَعمَالِ وَالأَهوَاءِ وَالأَدوَاءِ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, amalan yang jelek, hawa nafsu, dan berbagai penyakit yang buruk” (HR. ath-Thabrani 3: 1447).

Doa ketiga

الحَمدُ لِلَهِ الَذِي عَافَانِي مِمَا ابتَلَاكَ بِهِ وَفَضَلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَن خَلَقَ تَفضِيلًا

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Penjelasan makna doa dan zikir

Berikut penjelasan makna doa & zikir tersebut.

Penjelasan doa pertama

اَللَهُمَ إِنِي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُونِ وَالجُذَامِ وَمِن سَيِئِ الأَسقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari penyakit kulit belang, penyakit gila, penyakit lepra, dan penyakit yang (berakibat) buruk” (HR. Abdurrazaq no. 19634).

Pada doa ini disebutkan perlindungan dari salah satu penyakit wabah, yaitu penyakit lepra yang merupakan penyakit wabah yang dampaknya cukup mengerikan.

Dalam kitab Faidul Qadir dijelaskan betapa mengerikannya lepra,

وهو مرض خطير، وشديد، ومعدٍ بقدرة اللَه تعالى، يحصل بسببه سقوط الشعر، وتقطع الأعضاء، واللحم، ويجري الصديد منه، مما ينفر منه الناس لشدة فظاعته، وسوء منظره، ويوضع صاحبه في معزل عن الخلق

“Lepra adalah penyakit yang sangat berbahaya, menular dengan takdir Allah. Menyebabkan rambut rontok dan terpotongnya anggota tubuh dan otot. Menyebabkan nanah mengalir sehingga membuat manusia lari karena merasa ngeri karena pemandangan yang mengerikan (jelek). Pasiennya diisolasi di tempat yang jauh dari manusia” (Faidul Qadir, 2: 122).

Doa berlindung dari penyakut yang buruk ini juga mencakup berlindung dari wabah di zaman ini seperti Covid-19, meningitis, dan lain-lain. Maksud dari lafadz سيئ الأسقام yaitu,

سيئ الأسقام: الأمراض القبيحة الرديئة

“Penyakit-penyakit yang buruk dan jelek” (al-Futuhat ar-Rabbaniyah, 3: 641).

Penjelasan doa kedua

اللهُم جَنِبنِي مُنكَرَاتِ اَلأَخلَاقِ وَالأَعمَالِ وَالأَهوَاءِ وَالأَدوَاءِ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, amalan yang jelek, hawa nafsu, dan berbagai penyakit yang buruk” (HR. ath-Thabrani 3: 1447).

Dalam doa ini, kita berlindung dari berbagai penyakit yang buruk pada lafadz (وَالأَدوَاءِ), dalam Faidul Qadir dijelaskan maknanya,

وأعوذ بك من منكرات الأسقام, والأمراض الخطيرة، مثل: الجذام، والبرص, والسل، والسرطان، والأيدز، وغير ذلك

“Yaitu, aku berlindung dari penyakit dan sakit yang jelek serta berbahaya, seperti kusta, belang, TBC, kanker, AIDS, dan lain-lain” (Faidul Qadir, 2: 110).

Penjelasan doa ketiga

الحَمدُ لِلَهِ الَذِي عَافَانِي مِمَا ابتَلَاكَ بِهِ وَفَضَلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَن خَلَقَ تَفضِيلًا

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Doa ini dibaca HANYA ketika melihat orang lain tertimpa musibah dan dibaca secara perlahan dan tentunya tidak diketahui oleh orang yang tertimpa musibah. Apabila doa ini dibaca, maka Allah akan menjaga kita dari musibah yang telah menimpa orang tersebut seperti bencana, kecelakaan, penyakit berat, dan wabah.

عَن عُمَرَ بنِ الخَطابِ رَضِيَ الله عَنهُ، أَن رَسُولَ اللَهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَلمَ قَالَ: “مَن رَأَى صَاحِبَ بَلَاءٍ فَقَالَ الحَمدُ لِلهِ الذِي عَافَانِي مِما ابتَلَاكَ بِهِ وَفَضلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمن خَلَقَ تَفضِيلًا إِلا عُوفِيَ مِن ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ”

Dari Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang melihat orang lain yang tertimpa musibah, hendaknya ia berdoa,

الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به و فضلني على كثير ممن خلق تفضيلا

“Alhamdulillahilladzi ‘aafaanii mimaa ibtalaaka bihi wa faddhalani ‘alaa katsirin mimman khalaqa tafdhila”

Maka, ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apapun ia selama hidup” (Shahih Ibnu Majah no. 3892).

Syaikh Majdi bin Abdul Wahhab Ahmad berkata,

قوله : ” وفضلني على كثير ممن خلق ” يجوز أن يكون المراد به الجماعة المبتلون ، وتفضيل الله تعالى إياه عليهم ، بحيث إنه سلمه من هذا البلاء ، الذي ابتلاهم به .

“Maksud dari lafaz ‘memberikan keutamaan kepadaku atas mahluk (lainnya) yang ia ciptakan’, yaitu (dilebihkan dari) sekelompok orang yang diuji dengan musibah, maka Allah melebihkannya dimana Allah menyelamatkannya dari musibah tersebut, yaitu musibah yang Allah timpakan kepada mereka.” (Syarah Hisnul Muslim oleh Syekh Majdi bin Abdul Wahhab).

Beliau juga menjelaskan,

وينبغي أن يقول هذا الذكر سراً ، بحيث يُسمع نفسه ، ولا يُسمعه المبتلى ، لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية ، فلا بأس أن يُسمعه ذلك ، من باب الزجر له إن لم يخف من ذلك مفسدة.

“Selayaknya doa ini dibaca denga lirih, hanya ia yang mendengar dan tidak didengar oleh orang yang tertimpa musibah agar ia tidak sakit hati. Kecuali jika musibah tersebut adalah kemaksiatan, maka tidak mengapa didengar oleh orang tersebut. Agar ia jera dan ia tidak dalam keadaan merasa takut dengan perbuatan maksiat tersebut” (Syarah Hisnul Muslim oleh Syekh Majdi bin Abdul Wahhab).

Demikian, semoga bermanfaat. (*)

Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel asli: www.muslim.or.id