Kedelapan: Mencontoh generasi saleh terdahulu dalam mendidik anakMembaca kisah orang saleh terdahulu tentang bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka. Barangsiapa yang membaca kisah mereka, maka dia akan mendapati metode yang bagus mengenai bagaimana mereka mendidik, mengarahkan, dan menasihati anak untuk senantiasa berada di jalan ketaatan kepada Allah. Hal ini akan membantu kita untuk mendidik anak menjadi generasi saleh. Contoh terbaik tentu adalah para nabi kemudian orang-orang saleh terdahulu.
Kesembilan: Jangan terburu-buru menginginkan hasil baikJangan terburu-buru menginginkan hasil yang baik. Dalam mendidik anak, perlu proses yang panjang dan berulang-ulang. Apabila ada kemungkaran, perlu nasihat berulang-ulang. Terkadang dinasihati sekali, dua kali, tiga kali, bahkan lebih. Jangan putus asa untuk terus menasihati anak. Hendaknya menasihati dengan sabar, lemah lembut, dan dengan pandangan kasih sayang.
Problem yang banyak terjadi, orang tua menginginkan segala sesuatunya terjadi secara instan. Mereka tidak sabar dalam mengarahkan anak dan bersikap keras serta sering marah kepada mereka ketika anak melakukan kesalahan. Dampaknya justru terkadang anak membuat kesalahan yang lebih besar lagi. Namun, apabila orang tua menasihatinya dengan lemah lembut, bersikap sabar, maka dengan izin Allah akan membuahkan hasil yang baik.
Kesepuluh: Memperhatikan masalah shalatHendaknya orang tua menaruh perhatian yang besar tentang salat dan benar-benar menjaganya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Perintahkanlah anak kalian salat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan salat)!“
Allah Ta’ala juga berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mengerjakan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132)
Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Ismail ‘alaihis salam, “Dan ia menyuruh keluarganya untuk salat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seseorang yang diridai di sisi Tuhannya.“ (QS. Maryam : 55)
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)
Shalat adalah merupakan sebab yang bisa membantu untuk melakukan ketaatan yang lain dan meninggalkan maksiat.
Demikian, semoga bermanfaat. Kita berdoa semoga Allah memberi kemudahan dalam mendidik anak-anak kita dan menjadikan mereka keturunan yang saleh.
Penulis: Adika Mianoki
Artikel:
www.muslim.or.id