PEKANBARU, datariau.com - Program puskesmas buka 24 jam di Pekanbaru ternyata belum berjalan dengan baik. Buktinya, dalam inspeksi mendadak Komisi III DPRD Pekanbaru ke Puskesmas Senapelan, pukul 23.00 WIB sudah tutup.
"Katanya melayani 24 jam, tapi mengapa Puskesmas Senapelan ini tutup total," kata Nofrizal bersama rombongan Komisi III saat melakukan sidak di empat puskesmas termasuk Puskesmas Senapelan, Senin (9/3/2015) malam.
Di Pekanbaru, ada 20 puskesmas yang dioperasikan 20 jam, namun sebagai sampel pembuktian yang katanya memberikan pelayanan 24 jam itu, empat puskesmas saja yang didatangi Komisi III, yakni Puskesmas Simpang Tiga, Puskesmas Poned Sidomulyo, Puskesmas Sidomulyo dan Puskesmas Senapelan.
Untuk Puskesmas Senapelan yang beralamat di Jalan Jati (samping Hotel Mutiara), Nofrizal bersama anggota Komisi III lainnya Jhon Romi Sinaga, Fikri Wahyudi Hamdani, dan Aidil Amri dibuat tercangang. Pasalnya puskesmas yang sempat menjadi percontohan ini tutup total.
Sidak ini dimulai pukul 23.00 WIB, pertamanya rombongan mendatangi Puskesmas Simpang Tiga. Di sini ada aktifitas dan lengkap, ada keamanannya meski tidak berseragam hanya menggunakan baju biasa dan sandal. Tenaga medis ada dan juga ada pasien yang dirawat inapnya. Hanya suasana gelap, karena kekurangan penerangan di luar puskesmas.
Kemudian berlanjut ke Puskesmas Poned Sidomulyo Tampan, suasana juga masih gelap kekurangan penerangan, ada tenaga medisnya. Lalu rombongan menuju Puskesmas Sidomulyo di Jalan HR Soebrantas, kondisi pagar depan ditutup, dan pintu puskesmas pun ditutup. Nofrizal bersama anggota komisi pun mencoba untuk memastikan dengan mengetuk-ngetuk pintu, dan ternyata ada petugas, hanya saja untuk mendapatkan layanan harus berteriak terlebih dahulu.
Terakhir di Puskesmas Senapelen, kondisinya tutup total. Dalam kunjungan itu, pelayanan tidak maksimal karena petugas mengeluhkan soal kekurangan pengamanan dan juga fasiltas puskesmas serta SDM belum memadai.
"Fasilitas masih banyak yang kurang, seperti toilet, perlengkapan masih banyak perlu penambahan. Begitu juga dengan gedungnya, kondisinya kurang representatif, kalah dengan klinik-klinik swasta apalagi rumah sakit swasta," ujar Nofrizal usai sidak.
Untuk Puskesmas Senapelan, disebutkan Nofrizal, kondisinya sama sekali tidak buka, penjaga malam tidak ada, petugas tidak ada, kondisinya tutup total, walaupun lampunya masih hidup. "Ini tidak mencerminkan puskesmas rawat inap ataupun puskesmas 24 jam. Ini perlu ada evaluasi yang lebih menyeluruh untuk seluruh puskesmas yang ada di Pekanbaru oleh Dinas Kesehatan," tegasnya. (atr)