PEKANBARU, datariau.com - Dampak kabut asap dalam jangka panjang akan mengakibatkan rusaknya sel tubuh yang mengakibatkan organ untuk berpikir melemah, terutama untuk anak-anak.
Hal ini dikemukakan Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE yang telah berkonsultasi dengan dokter dan juga membaca artiket tentang dampak buruk kabut asap. Maka ia meminta agar sekolah diperpanjang liburnya.
"Saya minta libur sekolah ini diperpanjang sampai kondisi asap benar-benar hilang," kata Jhon Romi Sinaga, Ahad (6/9/2015).
Alasan sekolah-sekolah ini diminta ditambah liburnya, mulai dari PAUD/TK sampai SMA/SMK, Politisi PDI Perjuangan mengatakan, karena memang kabut asap ini adalah sangat berbahaya bagi kesehatan, tidak hanya ISPA, ternyata seluruh organ tubuh dirusaknya dalam waktu jangka panjang.
"Ada saya berdiskusi sama dokter-dokter di Pekanbaru ini, ternyata dampaknya dari asap kebakaran hutan ini luar biasa, dan sangat menakutkan, anak kita bisa idiot dibuatnya," ungkap pria yang akrab disapa Rosi ini.
Belum lagi media-media massa, juga sudah banyak memberitakan dampak buruk dari asap kebakaran hutan dan lahan ini. "Ini yang menjadi perhatian saya, supaya Pemerintah Kota Pekanbaru khususnya kembali meliburkan sekolah-sekolah sampai kondisi udara sehat," harapnya.
Kepada orangtua anak juga diminta Romi, untuk tidak membiarkan anak-anak bermain-main di luar ruangan saat udara dinyatakan tidak sehat oleh ISPU yang ada Pekanbaru. Kalau pun mau beraktifitas sebaiknya gunakan masker yang standar yang direkomendasi oleh IDI yakni masker N95.
"Jangan pula nanti sekolah diliburkan, tapi anak-anak tetap dibiarkan bermain di luar, itu kan sama saja. Mari kita jaga generasi bangsa ini agar tidak berdampak buruk kedepannya," kata Romi.
Soal asap ini juga, yang disebut Romi sudah menjadi isu nasional, dan sebaiknya menjadi perhatian pusat untuk Riau, supaya bisa diberantas sampai tuntas. "Begitu juga Pemerintah Riau ini, harus bisa melihat bahaya dari asap kebakaran hutan ini, dan melakukan langkah antisipasi cepat," ungkapnya.
Romi juga menyanyangkan, asap Riau sudah menjadi penyakit tahunan, dan pemerintah tak mampu untuk membasminya. Pelakunya sulit diungkap, kalaupun ada yang ditangkap, tapi hanya yang bakar, yang meyuruh membakar atau perusahaan-perushaan yang terlibat tidak tersentuh.
"Pemerintah harus tegaslah, masa harus setiap tahun begini. Dan ancamannya jelas terhadap anak-anak, yaitu pembodohan. Tangkap pelakunya, dan proses secara hukum," tutupnya. (tar)