Sudah 4 Kali Adipura Lepas, DPRD Nilai Walikota Pekanbaru Gagal

datariau.com
2.575 view
Sudah 4 Kali Adipura Lepas, DPRD Nilai Walikota Pekanbaru Gagal
Riki
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Yose Saputra.

PEKANBARU, datariau.com - Untuk keempat kalinya Kota Pekanbaru gagal mendapatkan piala Adipura di bidang tata kelola kebersihan lingkungan. Poin "quatrick" gagal mendapat adipura ini tercatat di masa pemerintahan Firdaus-Ayat di tahun 2012, 2015, 2016 dan 2017.

Kepastian Pekanbaru gagal meraih penghargaan Adipura diketahui dari daftar yang diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Dimana, dalam daftar tersebut penghargaan Adipura tahun 2017 sudah diumumkan.

Untuk wilayah Provinsi Riau, Kabupaten Siak salah satu Kabupaten yang berhasil atau berhak mendapat piala Adipura 2017 dan 2 yang lainnya Kabupaten Bengkalis, Teluk Kuantan.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Yose Saputra menyayangkan lepasnya kembali piala adipura bidang kebersihan untuk Kota Pekanbaru itu. Menurutnya, Pemerintahan Firdaus-Ayat di periode kedua ini dinilai gagal membangun tata kelola kebersihan.

"Walikota Pekanbaru Firdaus MT lalai dalam melakukan pengawasan kinerja kebersihan di Kota Pekanbaru. Ini sudah kali keempat gagal. Artinya memang tidak beres dan Walikota tidak serius dalam mengatasi kebersihan Kota Pekanbaru," cetus Yose, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/8/2017) malam.

Menurutnya, Kota Pekanbaru sebagai barometer dan ibukota Provinsi Riau harus lebih baik dari Kabupaten lain. Gagalnya mendapatkan bidang kebersihan ini katanya, tentu mengancam investor untuk datang ke Kota Pekanbaru.

"Ini (gagal kebersihan,red) jelas mengancam investasi. Kita khawatir nanti menjadi perseden buruk, orang sudah tahu kota Pekanbaru ini kota yang punya nilai investasi tinggi. Kalau situasinya seperti ini, saya takut investor lari," ungkapnya.

Persoalan sampah di Pekanbaru ini, kata Yose, sebelumnya sudah pernah dia sampaikan keberatan kepada Walikota Pekanbaru. Namun, keberatan yang disampaikannya tidak mendapat respon yang baik. Padahal tujuannya sangat baik dalam mengkritisi apa yang harus diperbaiki kedepannya.

"Sistem manajemen pengelolaan sampah di Pekanbaru ini yang buruk. Dulu waktu diswastanisasikan saya menolak. Untuk apa urus sampah sampai miliaran ini dilakukan multiyears. Untuk apa perda pengelolaan sampah ini, ngga ada guna, kalau urusan sampah masih belum selesai cabut aja perdanya," tegasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Seriau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)