Penyebar Isu 10 Juta Buruh China di Indonesia Diburu Polisi

datariau.com
814 view
Penyebar Isu 10 Juta Buruh China di Indonesia Diburu Polisi
doc.

 

JAKARTA, datariau.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan telah mengidentifikasi pelaku penyebaran isu soal serbuan tenaga kerja asal China. Isu menyebut Indonesia telah dibanjiri sebanyak 10 juta tenaga kerja asal Negeri Tirai Bambu.

 

"Ya (Sudah diindentifikasi)" kata Rudiantara usai mengikuti rapat membahas Pengamanan Malam Tahun Baru di Kemenko Polhukam, Jakarta, dikutip merdeka.com, Selasa (27/12/2016).

 

Rudiantara enggan membeberkan lebih jauh terkait temuan akun-akun penyebar isu tersebut. Termasuk, apakah dilanjutkan dengan tindakan pemblokiran.

 

"Tanya penegak hukum, tapi itu bisa dicari. Bukan bisa dicari, sudah teridentifikasi," katanya. 

 

Rudiantara menambahkan, ikhwal tenaga kerja asal China jangan dipolitisir. Untuk itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tak menyebarkan isu yang tak mencantumkan data akurat. 

 

"Mbok ya jangan dipolitisir gitu loh pake data dan fakta yang bener gitu. Kalau pake fakta, data sampaikan secara benar, kalau enggak benar itu kan terjadi pembohongan publik," ujarnya. 

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menepis tudingan Indonesia telah dimasuki 10 juta tenaga kerja China ilegal. Jokowi menyebut isu itu sudah meresahkan. Dia menilai sudah sepatutnya kepolisian menindak penyebar isu tersebut.

 

"Itu urusannya polisilah, urusannya polisi. Tapi hal yang meresahkan seperti itu memang harus ditindak," kata Jokowi usai menghadiri Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12).

 

Jokowi mengatakan jumlah tenaga kerja China di Indonesia hanya berjumlah 21 ribu. Dia mengatakan pula tak mungkin warga Negeri Tirai Bambu berbondong-bondong ke Indonesia karena gaji yang diperoleh di tanah air lebih rendah ketimbang gaji yang didapat apabila bekerja di negara mereka sendiri.

 

"Logikanya ndak mungkin karena kita harus ngomong apa adanya, gaji di sana sudah dua sampai tiga kali lipat gaji di sini enggak mungkin dong mereka ke sini, logikanya itu," ujarnya.

Editor
: Adi
Tag:China
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)