PEKANBARU, datariau.com - Listrik di sebagian daerah Kota Pekanbaru padam lagi, termasuk di gedung DPRD Kota Pekanbaru di Jalan Jend Sudirman. Akibatnya, suasana gedung rakyat itu tidak kondusif karena listrik dari genset tidak terlalu efektif menjalankan semua elektronik di tempat itu.
Atas kondisi ini, aktifitas di DPRD seperti rapat-rapat menjadi terganggu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru pun marah besar akibat kebijakan PLN Area Pekanbaru yang terkesan ketagihan padamkan listrik, karena hampir setiap hari ada saja keluhan warga listrik di wilayahnya padam.
"Sampai hari ini PLN belum bisa mengatasinya (persoalan listrik,red). Artinya siapapun pemimpin PLN jika masih terjadi pemadaman listrik jelas kita katakan tidak mampu dan harakiri (bunuh diri,red) saja," tegas Roni, saat dijumpai di ruangan Komisi IV DPRD Pekanbaru, Selasa (25/7/2017).
Sebagaimana diketahui, Harakiri adalah budaya malu orang jepang mengakhiri hidup dengan cara menusukkan belati atau samurai ke perut atau jantung yang dilakukan oleh orang yang merasa telah kehilangan kehormatan akibat melakukan kejahatan, aib, dan/atau mengalami kegagalan dalam menjalankan kewajiban.
Saking sudah marahnya Roni, maka dia menyarankan manajemen PLN melakukan hal tersebut. PT PLN Persero di Area Pekanbaru dinilai politisi Golkar itu sudah tidak mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Pekanbaru.
"Jangan dizalimi masyarakat. PLN ini jangankan perbaikan dan segala macamnya, soal kerusakan alat rumah tangga saja PLN tidak mau bertanggung jawab. Harusnya kerugian ini ditanggung PLN. Itu tertuang semua dalam UU perlundungan konsumen," jelas Roni.
Dalam melakukan pemadaman, PLN Pekanbaru dianggap tidak melakukan kajian secara matang terhadap dampak yang ditimbulkan. Terutama dampak ekonomi yang ditimbulkan.
"Pernah nggak PLN itu hitung, coba tanya pada bos PLN itu semua. Pernah gak dibuat kajian listrik ini kalau padam masyarakat dirugikan sekian miliar. Tak pernah ada kajian seperti itu karena PLN ini perusahaan monopoli," tegas Roni.
Pemadaman listrik di Kota Pekanbaru terjadi Selasa (25/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Listrik baru hidup kembali pukul 18.00 WIB petang. Pemadaman mendadak ini mendapat kecaman dari masyarakat.
Hal ini disampaikan langsung oleh warga Lima Puluh, Syahroni (32) dia mengaku akibat pemadaman listrik ini, usaha jahit rumahan yang memerlukan suplai listrik ini, terbengkalai.
"Banyak pelanggan ditolak akibat listrik ini padam. Apalagi kalau pemadaman terjadi malam hari saat pelanggan saya lagi banyak-banyaknya," kata Syahroni.
Menurut Syahroni, pemadaman listrik ini jelas mempengaruhi turunnya usaha taylor yang dilakukannya. "Mau dikata apa lagi kalau kita tidak bayar langsung diputus tapi kalau dia (PLN,red) yang memadamkan tak tahu apa yang dibilang lagi apalagi kita hanya rakyat kecil," pungkasnya mengeluh.