Komisi III Kaget, Ternyata Masih Ada Sekolah di Tengah Kota Kondisinya Sangat Memprihatinkan

datariau.com
1.080 view
Komisi III Kaget, Ternyata Masih Ada Sekolah di Tengah Kota Kondisinya Sangat Memprihatinkan
Riki
Komisi III saat meninjau kondisi sekolah di tengah kota yang masih banjir.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD kota Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan terkait adanya laporan yang masuk tentang sekolah di tengah kota yang kondisinya memprihatinkan, Senin (14/11/2016).

Rombongan Komisi III mendatangi SDN 56  Pekanbaru yang berada di Kelurahan Tanah Datar RT 03 RW 01 Kecamatan Pekanbaru Kota dan SDN 191 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan.

Kepala SDN 56 Pekanbaru Hj Elviera SPd kepada rombongan Komisi III mengatakan, karena lokasi sekolah berada di tengah lingkungan masyarakat dan dipinggir parit, maka ada 4 lokal yang sering terjadi banjir.

"Kalau hujan setengah jam saja, sekolah ini mengalami banjir dengan kedalaman selutut. Kadang kalau banjir sekolah terpaksa kita liburkan. Disamping itu, kondisi sekolah yang sudah tua ini maka kita berharap bantuan pemerintah kota Pekanbaru untuk bisa memperhatikan keadaan sekolah ini. Sekolah ini bukan saja mengalami banjir saja, tetapi bau limbah parit yang tidak sedap juga dirasakan setiap harinya," ungkap Elviera kepada rombongan Komisi III.

Memang tampak beberapa foto kondisi kelas yang banjir ditempelkan pihak sekolah di mading. "Sistem belajar kita ada dua sip, yakni pagi dan sore dengan jumlah siswa 250 orang," lanjut Elviera.

Arifin Zuhdi, siswa Kelas VI  SDN 56 mengatakan, dirinya bersama siswa lain merasa sangat terganggu dengan banjir yang sering terjadi. "Kalau banjir terjadi, kami sekolah terkadang harus menguras air di dalam lokal yang memakan waktu dua jam. Kadang kalau banjirnya tinggi terpaksa kita libur," ujar Arifin.

Sedangkan SDN 191 yang beralamat di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan, kepada rombongan Komisi III kepala sekolah Agus Safar mengatakan, sejak sekolah ini dibangun baru aktif belajar dengan menggunakan 4 lokal saja, sebab 4 lokal lagi belum ada meja dan kursi belajar.

"Sekolah ini terpaksa menjalankan aktivitas belajar 2 sip. Tentunya kedepan kita berharap agar pemerintah kota Pekanbaru bisa menyikapi persoalan di sekolah kita ini," ujar Agus.

Melihat hasil kunjungan ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal mengatakan bahwa dengan kunjungan di SSN 56 maka pihaknya sangat prihatin dengan kondisi sekolah yang sering mengalami banjir.

"Apalagi sekolah ini juga letaknya di gang dan dikelilingi rumah masyarakat dan parit. Kenapa kita katakan prihatin, karena sekolah yang berada di tengah kota ternyata masih banyak mengalami kekurangan dan masalah," ujar Nofrizal.

Sedangkan untuk SDN 191 kota Pekanbaru, Komisi III juga prihatin dengan kondisi sekolah yang mengalami kekurangan meubeler, seperti bangku sekolah dan perlengkapan lainnya.

"Tadi kita saksikan bahwa hanya 4 lokal saja yang aktif untuk dipakai dalam proses belajar mengajar. Sebenarnya dengan kondisi keuangan daerah yang minin, apalagi kurangnya perhatian pemerintah pusat dengan mengucurkan dana ke daerah, hal ini juga bisa menghambat sistem pendidikan di daerah. Untuk itu, persoalan pendidikan dan untuk memajukan mutu pendidikan di daerah, maka semua ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat," ungkap Nofrizal.

Dalam kunjungan ini hadir juga Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru lainnya, Fikri Wahyudi Hamdani. Dalam rombongan juga dilibatkan wartawan dari berbagai media massa, cetak, online, dan tv.

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)