Karangan Bunga untuk Kekalahan Ahok Berisi Provokatif, Nama Pengirim Tidak Ada yang Asli

datariau.com
2.358 view
Karangan Bunga untuk Kekalahan Ahok Berisi Provokatif, Nama Pengirim Tidak Ada yang Asli
Sindonews.com
Karangan bunga yang berisi provokatif tanpa tercantum nama pengirim yang jelas.

JAKARTA, datariau.com - Setelah dipastikan kalah dalam quick count Pilgub DKI Jakarta, pasangan Ahok-Djarot mendapatkan kiriman ribuan karangan bunga. Sayangnya, pengirim karangan bunga tersebut tidak ada yang menggunakan nama asli dan terkesan seperti sebuah lelucon.

Berdasarkan pantauan, ribuan karangan bunga tersebut, kali pertama datang pada, Senin 24 April 2017 lalu di Balai Kota DKI Jakarta. Hingga saat ini, karangan bunga terus berdatangan dan mencapai 1.000 buah.

Berbagai bentuk yang diterima, dari mulai bentuk papan, buket hingga standing flower. Mayoritas pengirim bunga menggunakan nama anonim, misalnya saja 'dari kami yang belum bisa move on'; 'Super Moms Bintaro'; 'Grup Beties'; 'grup Sos' ; 'Oneng Grup'; 'Ibu-Ibu Cantik DKI'; Pengaggum Badja dan sebagainya.

Tak itu saja, nama toko bunga yang memproduksi karangan bunga tersebut tidak terpampang sebagaimana lazimnya. Namun, surat pengirim yang terlihat berbeda-beda dari namanya.

"Sampai sekarang jumlah karangan bunga yang kami terima sudah mencapai 1.000 buah. Kami terus mendata, karena sampai sekarang juga masih terus berdatangan," kata Muhammad Mawardi, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah, di Balai Kota, Rabu (26/4/2017), dikutip sindonews.com.

Mawardi belum tahu karangan bunga itu dari sumber yang sama atau bukan. Mawardi pun masih menunggu tindak lanjut karangan bunga ini seperti apa nantinya.

"Kami belum tahu nanti kedepannya karangan bunga ini tindak lanjutnya nanti seperti apa. Kami masih menunggu perintah," katanya.

Kalimat Provokatif

Eskalasi politik dan ketegangan antar pendukung, termasuk di dunia maya, usai Pemilihan Gubernur DKI Jakarta diharapkan kembali normal. Namun, aksi kirim bunga ke Balai Kota dikhawatirkan membuyarkan harapan tersebut.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu mengatakan, kata-kata dalam karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota bisa menambah ketegangan masyarakat. Menurutnya, kata-kata dalam karangan bunga itu bersifat provokatif bisa memancing kemarahan masyarakat lainnya.

"Bagus saja kalau terima kasih. Mohon cek kalimat-kalimat bunga yang isinya pecah-belah. Itu yang saya persoalkan," ujar Said dalam akun Twitter @saididu, Rabu (26/4/2017).

Dia menyarankan sebaiknya semua tindakan yang berpotensi memicu perpecahan masyarakat sebaiknya dihentikan. Dia juga berharap semua pihak bisa menahan diri agar situasi yang sempat memanas kembali normal.

"Banyak yang salah paham dengan twit saya padahal maksudnya ada yang dalih kirim bunga terima kasih padahal isinya pecah-belah lagi," ucapnya.

Berserakan Diterpa Hujan

Sejumlah karangan bunga ucapan terima kasih untuk Ahok-Djarot bertumbangan di halaman Balai Kota DKI Jakarta usai diguyur hujan, Rabu (26/4/2017) sore. Karangan bunga yang mayoritas tidak tertera nama pengirim itu belum dapat diketahui akan dikemanakan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah karangan bunga bertumbangan ketika hujan mengguyur Balai Kota pada pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, karangan bunga tersebut masih dibiarkan dalam posisinya di halaman Balai Kota berserakan.
Diguyur Hujan, Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Tumbang

Diguyur Hujan, Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Tumbang
 

Editor
: Adi
Sumber
: Sindonews.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)