Terorisme Musuh Bersama, Divhumas Polri: Jaga Generasi Muda dari Paham Radikalisme

Hermansyah
98 view
Terorisme Musuh Bersama, Divhumas Polri: Jaga Generasi Muda dari Paham Radikalisme
Kombes Pol V. Bagus Uji Nugroho SIK.

KAMPAR, datariau.com - Divisi Humas Polri melakukan peninjauan langsung kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme yang berlangsung di wilayah hukum Polres Kampar dan dilakukan di Ponpes Yayasan Islam Kampar Madani SMP-SMA Islam Terpadu, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Rabu (1/9/2021).

Tim Divisi Humas Polri dipimpin langsung oleh Kombes Pol V. Bagus Uji Nugroho SIK didampingi AKBP Erlan Munaji SIK MSi dan IPTU M Rizki Fajar STK bersama beberapa Staf Divisi Humas.

Dan turut mendampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK, Kasubbid Multi Media AKBP Ramlan, Waka Polres Kampar Kompol Rachmad Muchamad Salihi SIK MH, Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Khairil SH dan beberapa Pejabat Utama Polres Kampar.

Giat sosialisasi ini dilaksanakan di Masjid Umar Bin Abdul Aziz Komplek Ponpes SMP-SMA IT Bangkinang yang dihadiri Ketua MUI Kampar Dr Mawardi M Saleh Lc MA, Kepala SMA Islam Terpadu Suhendri SPDi MPd, Kepala SMP Islam Terpadu Sunarto SPd serta perwakilan majelis guru dan santri dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya Ustad Suhendri SPd menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Divisi Humas Polri dan dia menjelaskan sejarah singkat berdirinya ponpes dan perkembangannya saat ini.

Ketua Tim Divisi Humas Polri Kombes Pol V. Bagas Uji Nugroho SIK mengatakan bahwa kegiatan bertujuan untuk menjaga generasi muda dari paham radikalisme dengan memberikan paham kebangsaan.

Bagas meminta generasi muda khususnya para santri agar bijak dalam bersosial media dan dapat menangkal informasi hoax yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kejahatan akan menang jika orang baik hanya diam, untuk itu mari kita berupaya berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Makmun Rasyid, selaku pemateri sosialisasi mengatakan bahwa Nabi juga mengajarkan cara membawakan agama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Makmum Rasyid mengajak audiens untuk belajar dari kejadian negara lain yang hancur akibat pertentangan satu dengan lainnya.

"Mari kita pelihara kerukunan dan toleransi antar sesama anak bangsa, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Pemateri kedua sdr Rangga yang merupakan Eks Napiter menceritakan pengalamannya yang pernah terjebak dengan paham radikalisme. Rangga memberikan pemahaman kepada para santri bagaimana mencegah paham radikalisme sebagai cikal bakal terorisme.

"Salah satu ciri radikalisme adalah menganggap diri atau kelompoknya paling benar, suka menyalahkan dan mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham. Pahamnya sendiri saja yang benar. Ini adalah tanda tanda radikal," tegasnya meyakinkan seraya meminta para santri agar waspada.

"Tuntutlah ilmu dengan benar dan bersikaplah terbuka dengan orang lain, agar kita punya wawasan yang luas sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain yang berniat tidak baik," tandasnya.

Diakhir kegiatan, Tim Divisi Humas Polri menyerahkan bantuan uang tunai pembangunan masjid dan memberikan Bansos berupa 30 paket sembako yang diserahkan secara simbolis kepada pihak ponpes dan perwakilan santri.(*)

Sumber
: Datariau.com