Lewat Telegram, Kapolri Minta Jajaran Kepolisian Humanis Hadapi Aspirasi Masyarakat

Ruslan
105 view
Lewat Telegram, Kapolri Minta Jajaran Kepolisian Humanis Hadapi Aspirasi Masyarakat
Foto: Net

DATARIAU.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta jajarannya agar humanis dan tidak terlalu reaktif menyikapi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya pada saat Presiden melakukan kunjungan kerja.

Instruksi itu tertuang dalam surat telegram STR/862/IX/PAM.3/2021, tertanggal 15 September 2021, yang ditandatangani Asops Kapolri Irjen Pol Imam Sugianto atas nama Kapolri.

"Pertama bahwa setiap pengamanan kunjungan kerja agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (15/9/2021) malam.

Kedua, kata Argo, apabila didapati kelompok masyarakat yang berkerumun menyampaikan aspirasinya, sepanjang dibenarkan undang-undang, maka tugas pengamanan hanya mengawal rombongan tersebut agar berjalan tertib dan lancar.

"Pada saat kunjungan Presiden lewat kita amankan dari kelompok itu. Jadi biar tertib dan lancar," ungkapnya.

Argo menyampaikan, ketiga menyiapkan ruang bagi masyarakat dan kelompok yang menyampaikan aspirasinya agar dapat dikelola dengan baik.

"Kepolisian setempat memberikan ruang kepada sekelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi, dan kita siapkan ruang itu sehingga aspirasi bisa disampaikan dan dapat dikelola dengan baik," katanya.

Selanjutnya, apabila ada kelompok masyarakat yang akan menyampaikan aspiranya agar dikomunikasikan dengan baik bahwa kegiatan penyampaian aspirasi tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

"Tetap secara humanis kita sampaikan pada kelompok tersebut agar tidak menggangu ketertiban umum, semua kita kelola dan kita kawal sehingga semuanya dapat berjalan baik dan lancar. Itu yang diarahkan bapak Kapolri berkaitan dengan setiap kunjungan bapak Presiden ke daerah. Ini kita sampaikan ke jajaran," jelasnya.

Telegram

Argo mengungkan, surat telegram itu diterbitkan Kapolri menyikapi adanya beberapa kejadian pada saat kunjungan kerja Presiden di beberapa daerah. Semisal, adanya pengamanan simpatisan eks organisasi kemasyarakatan FPI yang memasang spanduk ketika Presiden Jokowi hendak meresmikan waduk, di Kabupaten Pringsewu, Lampung, tanggal 2 September lalu.