Kapolda Jateng Cup 2026 Jadi Ajang Edukasi Finansial, IPOT Ajak Gamer Jadi Investor Cerdas Berbasis AI

datariau.com
55 view
Kapolda Jateng Cup 2026 Jadi Ajang Edukasi Finansial, IPOT Ajak Gamer Jadi Investor Cerdas Berbasis AI
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo saat mengunjungi booth PT Indo Premier Sekuritas (IPOT).

KARANGANYAR, datariau.com - Turnamen eSports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Kapolda Jateng Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi para gamer muda, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi literasi keuangan dan investasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, pada 20-21 Juni 2026 untuk mengikuti ajang yang menjadi seleksi menuju Kapolri Cup 2026 tersebut. Turnamen yang mempertandingkan format beregu 5 versus 5 ini dibuka langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa penyelenggaraan Kapolda Jateng Cup 2026 merupakan bentuk komitmen Polda Jawa Tengah untuk lebih dekat dengan generasi muda, khususnya kalangan digital native.

“eSports bukan hanya soal permainan, tetapi juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, sportivitas, kemampuan strategi, serta mental juang generasi muda,” ujar Ribut Hari Wibowo.

Baca juga:Free Fire Gandeng PSSI: Jersey Timnas Indonesia Resmi Hadir di Game


Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi pelajar dan komunitas eSports agar memanfaatkan teknologi secara bijak serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di era digital.

Selain memperebutkan total hadiah Rp200 juta dan gelar Most Valuable Player (MVP), turnamen ini turut menghadirkan program literasi keuangan bertajuk “Generasi Jateng Cerdas Rupiah” yang digelar oleh PT Indo Premier Sekuritas (IPOT).

Program tersebut menyasar komunitas eSports dan generasi muda dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai investasi serta pengelolaan keuangan yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan bahwa komunitas eSports memiliki karakteristik yang sejalan dengan dunia investasi, seperti kemampuan membaca data, mengambil keputusan cepat, serta disiplin dalam menjalankan strategi.

“Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi,” katanya.

Baca juga:Tim Free Fire Asal Indonesia RRQ Kazu Juara FFWS SEA Pre-Season


Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di kalangan anak muda. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun mencapai 89,96 persen, sementara tingkat literasi keuangannya baru berada di angka 73,22 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak generasi muda yang mulai berinvestasi tanpa pemahaman memadai mengenai risiko yang dihadapi.

Melalui momentum festival eSports ini, IPOT memperkenalkan berbagai fitur investasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu investor ritel mengambil keputusan secara lebih terukur dan disiplin.

Baca juga:Berhadiah Ratusan Juta, Turnamen Esport UniPin SEACA Kembali Digelar


Belajar Investasi Lewat Analogi Mobile Legends


Dalam sesi edukasi bertajuk “Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI”, Equity Analyst IPOT Brigita Kinari menjelaskan bahwa banyak keterampilan yang digunakan pemain Mobile Legends memiliki kesamaan dengan prinsip investasi.

Ia menguraikan empat kemampuan utama yang dapat diterapkan dalam dunia keuangan, yakni kemampuan membaca kondisi pasar (map awareness), menentukan waktu yang tepat untuk bertindak (timing), memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan (item build), serta menjaga disiplin agar tidak mengambil keputusan emosional.

“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya,” ujar Brigita.

Untuk memudahkan pemahaman peserta, IPOT mengibaratkan saham sebagai item serangan (damage item) yang menawarkan potensi keuntungan tinggi, ETF sebagai kombinasi strategi profesional, reksa dana sebagai pelindung portofolio bagi pemula, dan obligasi sebagai pertahanan yang menjaga stabilitas aset.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)