Tidak Perlu ke Hutan, Masyarakat di Desa Tanjung Leban Budidaya Madu di Halaman Rumah

datariau.com
1.254 view
Tidak Perlu ke Hutan, Masyarakat di Desa Tanjung Leban Budidaya Madu di Halaman Rumah

BENGKALIS, datariau.com - Budidaya lebah madu banyak dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu diantaranya yaitu di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kelompok Madu Biene, Desa Tanjung Leban membudidaya lebah madu jenis Apis Cerana, Apis Dorsata, dan Trigona di halaman rumah. Kelompok budidaya madu biene ini membudidayakan lebah madu di sekitar rumah.

Kotak tempat sarang lebah diletakkan di atas bangku kecil di halaman rumah. Sehingga mereka tidak perlu repot-repot berburu madu ke hutan.

Mahasiswa UIN Suska Riau melakukan wawancara terhadap Rahmadi selaku Ketua Kelompok Budidaya Madu Hutan Biene di desa Tanjung Leban.

Dulu kelompok budidaya Madu Biene ini biasa mencari madu di hutan dengan sistem pengasapan menggunakan sabut kelapa atau daun kelapa kering yang dibakar, untuk menghalau lebah, dan dipanen madunya.

Setelah adanya pendampingan dari Kilang Pertamina Unit Produksi Sei Pakning melalui Program Budidaya Madu Hutan Gambut, stereotip warga sebagai penyebab kebakaran mulai hilang.

Melalui program tersebut, Rahmadi dan teman-temannya yang tergabung dalam Kelompok Madu Biene, diajarkan mengembangkan budidaya madu hutan, dari hulu ke hilir.

Madu Trigona merupakan produk unggulanya. Lebah Trigona, berwarna hitam, berukuran kecil sekitar 4 milimeter dan tidak menyengat.

Biasanya bersarang pada lubang pepohonan, membentuk sarang berbentuk bulat-bulat kecil menyerupai gentong berdiameter 1 cm.

Dari sarang berbentuk gentong tersebut, madu bisa disesap dengan menggunakan sedotan.

Produk madu diberi merek Biene dijual dalam bentuk curah maupun kemasan. Madu curah biasa dikirim ke Pekanbaru. Sementara produk kemasan 225 ml dijual di kisaran Rp 65 ribu - Rp 75 ribu, secara online di marketplace dengan pembeli beragam dari seluruh Indonesia.

Produk sudah mendapatkan izin PIRT (Pangan, Industri Rumah Tangga) dan sertifikasi halal.

Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung tercapainya SDGs ke-8 yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, produktif, dan pekerjaan yang layak.

Budidaya lebah madu ramah lingkungan ini telah membangun kepedulian masyarakat untuk merawat dan melestarikan lingkungan melalui pencegahan kebakaran di lahan gambut. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)