Teror Anjing Gila, Seorang Bocah SD Diterkam

Kakak Indra Purnama
116 view
Teror Anjing Gila, Seorang Bocah SD Diterkam
Gambar: Gopos.id

DATARIAU.COM - Seekor anjing gila di Kabupaten Kolaka Utara, menerkam seorang bocah perempuan berinisial NA (7), seorang pelajar yang baru duduk di bangku kelas satu SD.

Humas Polsek Pakue, Hari Hermawan menuturkan, awal kejadian pada hari Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 09.35 Wita. Polisi terima informasi serangan anjing gila di Dusun IV Desa Mikuasi Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara.

"Korban saat itu hendak menuju kios untuk berbelanja, di tengah jalan dia berpapasan dengan anjing," ujar Hermawan.

Menurut Hermawan, ketika itu anjing tiba-tiba muncul dan menggigit korban. Korban yang tidak sempat lari, langsung diterkam.

"Korban mengalami luka gigitan di bagian lengan kanan akibat gigitan anjing," tambahnya.

Sehari setelah kejadian, tepatnya Jumat (15/10/2021) beredar sebuah foto di Kolaka Utara, seekor anjing berwarna coklat kehitaman mati mengenaskan. Hewan itu, terbaring di tanah dengan keadaan perut terkena tombak terbuat dari batang kayu.

Diketahui, anjing gila sering dilaporkan menebar teror di Kolaka Utara. Pada awal tahun 2019, ada 22 kali serangan yang terjadi sejak pertengahan Januari hingga Februari.

Akibat peristiwa yang dianggap luar biasa itu, Pemkab Kolaka Utara sempat menetapkannya sebagai daerah siaga I Rabies. Penetapan status itu berlaku sejak Kamis (22/2/2018).

"Beberapa korban sudah dirawat intensif. Kami naikkan daerah ini sebagai lokasi siaga I rabies," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kolaka Utara, Irham.

Selanjutnya, pada tahun 2020, anjing gila kembali berkeliaran di Desa Taludongga, Kecamatan Pakue Kolaka Utara. Dua ekor anjing sempat menggigit empat orang warga. seekor berhasil dibunuh, sedangkan yang lainnya masih berkeliaran.

Kejadiannya itu dimulai pada Kamis (30/7/2020), seekor anjing menggigit warga paruh baya bernama Jumasse (49). Dari pengakuan korban, anjing tersebut ternyata miliknya sendiri.

"Anjing milik saya sendiri. Awalnya dia menghilang tiga hari, ternyata pas muncul langsung menggigit saya," ujar Jumasse saat itu.

Jumasse mengungkap, saat pertama kali dia memanggil anjingnya, anjing tersebut tidak mengenali tuannya. Tiba-tiba, Jumasse didekati dan diterkam, kemudian anjingnya itu langsung melarikan diri ke hutan.