Meninggal Usai Digigit Anjing Liar, Kabid Diskanak Siak: 20 Hari Baru Kami Terima Laporan...

Hermansyah
1.084 view
Meninggal Usai Digigit Anjing Liar, Kabid Diskanak Siak: 20 Hari Baru Kami Terima Laporan...
Sosialisasi rabies di Kampung Pinang Sebatang Timur.

SIAK, datariau.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Siak melalui Puskesmas Perawang, Kecamatan Tualang, Siak, Riau, Rabu (15/10/2025), menggelar sosialisasi di aula Kampung Pinang Sebatang Timur.

Sosialisasi itu, diikuti Kepala Puskesmas Perawang dr H Armen MKes, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Diskanak Siak drh M Wahiduddin, Kepala Kampung Pinang Sebatang Timur Sudarno, Kasi Trantib, perangkat kampung dan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Peternakan (Diskanak) Kabupaten Siak Kaharuddin melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Diskanak Siak drh M Wahiduddin menyampaikan gigitan hewan (anjing) rabies dapat dilakukan pencegahan.

"Rabies dapat dicegah," kata drh M Wahiduddin saat menyampaikan pada sosialisasi yang berlangsung di Kampung Pinang Sebatang Timur, Rabu (15/10/2025).

Ia mengatakan, untuk manusia itu kronologinya pada Dinas Kesehatan. Sementara Diskanak Siak kewenangannya hewan penular rabies (HPR)

"Untuk manusia itu, tata laksananya di Dinas Kesehatan ya. Kalau kita kewenangannya di HPR-nya," sebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Diskanak Siak tersebut.

"Jadi, secara kronologis jelas betul di Dinkes. Cuma kami kemarin baru menerima laporan digigit itu setelah 20 hari baru kami terima informasi, dari dokter hewan lapangan kami," jelas drh Wahiduddin.

Dikatakan drh Wahid, peristiwa sebelumnya yang berhak menjelaskan itu Dinas Kesehatan bagaimana kronologis, Diskanak Siak fokus ke hewan.

"Kami fokus ke HPR-nya. Makanya, karena anjing ini, dianggap anjing liar, untuk penanganan di manusia SOP-nya dianggap positif," ungkapnya.

Ia menyampaikan, seandainya menerima laporan itu setelah gigitan ya direkomendasikan seperti itu (VAR), cuma ini sudah terlambat pelaporan.

"Maka kita fokuskan ke HPR-nya, terutama untuk hewan (anjing). Kita langsung koordinasi dengan Dinas Kesehatan," kata drh M Wahiduddin ditemui usai melaksanakan sosialisasi.

Dijelaskan drh Wahid, sebelumnya di RRI juga sudah sosialisasi. Di hari Sabtu kemarin vaksinasi massal, sudah tahap pertama. Besok pada 16 Oktober 2025 dilakukan kembali.

"Target kita itu, seperti yang dijelaskan tadi (anjing liar maupun peliharaan), untuk HPR yang telah di vaksin itu bertanda," imbuhnya.

Diskanak Siak meminta agar bagaimana selanjutnya, tentu agar difasilitasi untuk diskusi dalam penanganan ini.

"Kami ini minta di fasilitasi untuk diskusi, ngak mungkin anjing liar kita biarkan. Saya apresiasi pak kades ini tegas, dia dengan Perkam disinkronkan dengan Perda Trantib itu cocok," ungkapnya.

"Ya, pada tanggal 28 Agustus 2025 terjadi gigitan, dan di tanggal 18 September 2025, baru kami menerima laporan," tandas drh M Wahiduddin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Perawang dr H Armen MKes menyampaikan terkait peristiwa yang telah terjadi akan melakukan evaluasi.

"Mereka tidak mau datang, dan ini kita akan evaluasi," tandasnya.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang Timur, Sudarno mengatakan dengan kegiatan tentu akan dilakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan maupun liar.

"Ya, pertama kita ada upaya dan lakukan penyuntikan serentak yang telah dilakukan minggu yang lalu. Dan ini kita ada sosialisasi pemantapan untuk merujuk pada pembuatan (rancang) peraturan kampung," kata Sudarno.

Dikatakan dia, hal ini supaya masyarakat yang memiliki hewan, baik anjing dan kucing yang terindikasi mengandung atau unsur rabies itu agar dikandangkan (kurung).

"Nanti kita agendakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah ini. Tadi, memang bapak RT/RK kami minta regulasi agar segera membuat Perkam dalam waktu satu minggu ini harus selesai," ujarnya.

Penghulu Kampung Pinang Sebatang Timur itu mengatakan, sebenarnya dari dulu mencari data, karena kejadian sudah membawa ke ranah hukum bahkan ada yang menjustifikasi seolah-olah pihak kesehatan tidak proaktif melakukan penyuntikan rabies terhadap pasien.

"Maka, hari ini kita melakukan upaya dan komunikasi kepada semua pihak agar menjadi satu landasan kepada masyarakat agar proaktif," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)